top of page

Liur yang Lezat

Berabad-abad orang mengonsumsi sup sarang burung walet karena yakin akan khasiatnya. Berabad-abad pula si kaya memonopolinya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Burung walet memproduksi sarang yang dijadikan sup.

13 Jun 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Jan

LAURENT Manda, perempuan karier di Jakarta, masih ingat pengalaman kulinarinya di Ancol pada 1992. Bersama keluarganya, dia pergi ke Hailai Restaurant untuk sarapan. Menunya, sebuah hidangan istimewa, yang tak semua orang pernah merasakannya: sup sarang burung walet. Porsinya sedikit tapi harganya selangit.


“Kalau orang Chinese bilang cia po, artinya makanan berisi obat-obatan buat memulihkan tubuh yang kurang sehat,” ujar Laurent kepada Historia. Namun, Laurent sendiri tak terlalu menyukainya karena, “Agak amis. Rasanya kenyal-kenyal seperti rumput laut.”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page