top of page

Liur yang Lezat

Berabad-abad orang mengonsumsi sup sarang burung walet karena yakin akan khasiatnya. Berabad-abad pula si kaya memonopolinya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Burung walet memproduksi sarang yang dijadikan sup.

13 Jun 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Jan

LAURENT Manda, perempuan karier di Jakarta, masih ingat pengalaman kulinarinya di Ancol pada 1992. Bersama keluarganya, dia pergi ke Hailai Restaurant untuk sarapan. Menunya, sebuah hidangan istimewa, yang tak semua orang pernah merasakannya: sup sarang burung walet. Porsinya sedikit tapi harganya selangit.


“Kalau orang Chinese bilang cia po, artinya makanan berisi obat-obatan buat memulihkan tubuh yang kurang sehat,” ujar Laurent kepada Historia. Namun, Laurent sendiri tak terlalu menyukainya karena, “Agak amis. Rasanya kenyal-kenyal seperti rumput laut.”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
transparant.png
bottom of page