Diperbarui: 13 Okt
PEMERINTAH menargetkan produksi gula konsumsi nasional sebesar 2,59 juta ton pada 2025. Langkah ini diambil guna mewujudkan swasembada gula dan menghentikan ketergantungan pada impor. Jawa Timur diandalkan sebagai pemasok utama dengan kontribusi mencapai 52% dari total produksi gula nasional. Namun, di balik optimisme itu, warisan industri gula peninggalan kolonial justru semakin sedikit. Banyak pabrik gula tutup, terbengkalai, dan bahkan lenyap tanpa sisa.
Pabrik Gula (PG) Tjoekir yang terletak di Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang menjadi salah satu pengecualian. Berbeda dari banyak pabrik gula peninggalan kolonial yang berhenti beroperasi, Tjoekir masih aktif menggiling tebu hingga kini.
Industri gula di Jombang mulai menggeliat setelah pemberlakukan Sistem Tanam Paksa pada 1830. Pabrik gula, atau di masa kolonial disebut Suikerfabriek (SF), yang berdiri paling awal ialah PG Djombang, didirikan tahun 1836. Menyusul kemudian beberapa pabrik gula lainnya, termasuk PG Tjoekir.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















