top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Kacang, Gula, dan Laki-laki dari Fukien

Remah-remah sejarah dalam sebungkus enting-enting gepuk. Dibuat hampir seabad lalu.

26 Nov 2022

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Ilustrasi enting-enting gepuk. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

  • 26 Nov 2022
  • 11 menit membaca

NAMANYA Khoe Tjong Hok. Dalam kehampaan, setelah bercerai dari istrinya, ia pergi meninggalkan rumahnya di Semarang, Jawa Tengah. Meninggalkan ayahnya yang kaya, anaknya yang masih balita. Dengan berjalan kaki, ia memulai pengembaraan. Barangkali ia berjalan kaki melewati Ungaran lalu melintasi Sungai Tuntang. Dari sini jalan yang ditapakinya mirip dengan yang pernah dilalui penyair Prancis Arthur Rimbaud ketika dikirim ke kamp militernya di Salatiga.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page