top of page

Kacang, Gula, dan Laki-laki dari Fukien

Remah-remah sejarah dalam sebungkus enting-enting gepuk. Dibuat hampir seabad lalu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi enting-enting gepuk. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

26 Nov 2022
11 menit membaca

Diperbarui: 13 Okt

NAMANYA Khoe Tjong Hok. Dalam kehampaan, setelah bercerai dari istrinya, ia pergi meninggalkan rumahnya di Semarang, Jawa Tengah. Meninggalkan ayahnya yang kaya, anaknya yang masih balita. Dengan berjalan kaki, ia memulai pengembaraan. Barangkali ia berjalan kaki melewati Ungaran lalu melintasi Sungai Tuntang. Dari sini jalan yang ditapakinya mirip dengan yang pernah dilalui penyair Prancis Arthur Rimbaud ketika dikirim ke kamp militernya di Salatiga.


Sama seperti Rimbaud, langkah kakinya terhenti di Salatiga. Sebuah kelenteng tua menyambutnya. Ia menginap di sana. Tak seperti Rimbaud yang tak lebih dari dua minggu di Salatiga atau musafir lain yang hanya menginap barang dua atau tiga hari, ia ternyata tak pernah pulang.


Khoe Tjong Hok menetap di kelenteng dan mengabdi sebagai juru kunci. Ia kemudian menikah dengan seorang gadis Jawa yang dicintainya dan dikaruniai lima anak. Tak hanya itu, ia melahirkan makanan kecil berbentuk prisma segitiga yang hingga saat ini dikenal sebagai makanan khas Salatiga: enting-enting gepuk.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto nyentrik dan eksentrik dalam penampilan, perkataan, dan keyakinan. Jenderal humoris dan dekat dengan anak buah. Penyayang anak-anak dan pelindung umat Buddha.
bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Tak sengaja ditemukan di sebuah zaman, sampai sekarang “susu basi” ini jadi hidangan lezat nan sehat.
Tak sengaja ditemukan di sebuah zaman, sampai sekarang “susu basi” ini jadi hidangan lezat nan sehat.
Kartu Lebaran bukan hanya sarana mengucapkan selamat Idulfitri, tetapi juga pernah bermuatan politis.
Kartu Lebaran bukan hanya sarana mengucapkan selamat Idulfitri, tetapi juga pernah bermuatan politis.
Konferensi Nasional Sejarah berusaha menghidupkan kembali tradisi bahari bangsa Indonesia yang dulu pernah jaya.
Konferensi Nasional Sejarah berusaha menghidupkan kembali tradisi bahari bangsa Indonesia yang dulu pernah jaya.
Legenda bulutangkis serba bisa. Keunggulan postur dan teknik pukulan Verawaty Fadjrin berbuah prestasi berlimpah.
Legenda bulutangkis serba bisa. Keunggulan postur dan teknik pukulan Verawaty Fadjrin berbuah prestasi berlimpah.
Indonesia berlimpah warisan budaya. Pengembangannya tergantung sikap masyarakat dan kebijakan pemerintah.
Indonesia berlimpah warisan budaya. Pengembangannya tergantung sikap masyarakat dan kebijakan pemerintah.
transparant.png
bottom of page