top of page

Martir Dunia Kedokteran

Dokter Achmad Mochtar dituduh membunuh ratusan romusha. Dia kambing hitam dari eksperimen gagal dokter Jepang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Eijkman, lembaga penelitian medis dan biologi di Batavia, 1939. Foto: KITLV.

  • 2 Des 2013
  • 2 menit membaca

Eijkman, lembaga penelitian medis dan biologi di Batavia, 1939. Foto: KITLV.


DOKTER-dokter di Indonesia mogok dan berunjukrasa sebagai bentuk solidaritas terhadap koleganya di Manado, Sulawesi Utara, yang ditahan dengan tuduhan malpraktik sampai menghilangkan nyawa pasiennya. Kasus ini masih bergulir, dan begitu mengguncang dunia kedokteran di dalam negeri.


Pada masa pendudukan Jepang, ada satu kasus yang menggemparkan dunia kedokteran. Pada Juli 1944, ratusan romusha (pekerja paksa) di Klender Jakarta dicurigai terkena wabah penyakit. Dokter-dokter Jepang setempat menyuntikkan vaksin tipes, kolera, dan disentri kepada mereka. Alih-alih sembuh, sekira 900 romusha malah tewas.


Pemerintah pendudukan Jepang langsung mencurigai dokter-dokter di Lembaga Eijkman, lembaga penelitian medis dan biologi di Jakarta. Polisi militer (Kenpetai) memeriksa mereka dengan tuduhan telah meracuni vaksin yang diberikan kepada para romusha.


Lembaga Eijkman dirintis tahun 1888. Namanya diambil dari nama penelitinya yang terkenal dan penerima Nobel: Christian Eijkman. Sejak itu, Lembaga Eijkman menjadi pusat riset medis dan biologi tersohor di Hindia Belanda. Pada masa pendudukan Jepang, Lembaga Eijkman diberitakan sedang meneliti vaksin lain di bawah pimpinan dr Achmad Mochtar, bumiputera pertama yang menjadi direktur lembaga itu pada 1937.


Pemeriksaan Kenpetai berubah menjadi tragedi, ketika dokter-dokter ini kemudian ditangkap dan disiksa pada Oktober 1944. Ada yang dipukuli, disetrum, sampai dibakar hidup-hidup.


Karena tak mendapatkan bukti, pada Januari 1945 Jepang membebaskan staf-staf Eijkman dalam keadaan yang menyedihkan. Dua dokter, Marah Achmad Arif dan Soeleiman Siregar, meninggal dunia dalam tahanan akibat siksaan. Sedangkan Achmad Mochtar dijatuhi hukuman mati.


Menurut Moh. Ali Hanafiah, asisten dr Mochtar, dalam Drama Kedokteran Terbesar, dr Mochtar dipaksa mengaku mengotori vaksin yang menyebabkan kematian banyak orang itu. Dia dituduh memasukkan bakteri tetanus ke dalam vaksin tifus, kolera, dan disentri.


Pada Juli 1945, dr Mochtar dieksekusi tanpa pengadilan dengan cara dipancung. Jenazahnya dikebumikan di pemakaman massal Ancol.


Peristiwa ini menimbulkan tanda tanya besar dan merupakan tragedi yang memilukan dalam dunia kedokteran Indonesia dan bagi Lembaga Eijkman. “Peristiwa ini, dan perang berdarah untuk mempertahankan kemerdekaan dari Belanda yang mengikutinya, secara efektif menghancurkan institut ini sampai akhirnya ditutup pada tahun 1965,” tulis JK Baird, “Tropical Health and Sustainability,” termuat dalam Infectious Disease karya Phyllis Kanki dan Darrell Jay Grimes.


JK Baird, direktur Clinical Research Unit Oxford University, menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menyelidiki pembunuhan dr Mochtar. Dia mengungkapkan, kematian romusha disebabkan eksperimen dokter Jepang yang membuat vaksin tetanus untuk kebutuhan tentara dan penerbang Jepang. Dan para romusha menjadi kelinci percobaannya. Untuk menutupi hal ini, Lembaga Eijkman difitnah. Dan Mochtar menjadi kambing hitam untuk menyelamatkan staf Eijkman dan koleganya.


“Achmad Mochtar bukan hanya pahlawan bagi Indonesia, tapi juga seorang pahlawan bagi sains dan kemanusiaan,” kata Baird, dikutip theguardian.com, 25 Juli 2010. “Kita biasanya menemukan heroisme seperti ini dalam diri seorang militer, bukan seorang intelektual. Tapi itu semua tidak benar, jika kita melihat kisah dari seorang Achmad Mochtar.”


Achmad Mochtar lahir dan besar di Sumatra Barat pada 1892. Dia kemudian merantau ke Jawa untuk melanjutkan studinya di sekolah dokter bumiputera (Stovia) sampai lulus pada 1916. Dia kemudian meraih gelar doktor dari Universitas Amsterdam. Kini namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit di Bukittinggi, Sumatra Barat. Lembaga Eijkman yang pernah dipimpinnya aktif kembali sejak 1992.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
The United States’ hydrogen bomb tests in the Eniwetok Atoll in the Pacific alarmed a member of the Indonesian House of Representatives, who urged the government to mobilize opposition on the international stage.
bg-gray.jpg
Jenderal Soedirman mendukung Persatuan Perjuangan yang digagas Tan Malaka. Namun, dia kemudian meninggalkan kawan sehaluan setelah terjadi peristiwa kudeta 3 Juli 1946.
bg-gray.jpg
Setelah Sutan Sjahrir dibebaskan, para pengikut Tan Malaka menyodorkan konsepsi untuk disetujui Sukarno. Hatta menyadari sedang terjadi kudeta.
bg-gray.jpg
Setelah diculik pengikut Tan Malaka, Sutan Sjahrir bikin perhitungan dengan penangkapan berantai. Adam Malik protes, Sayuti Melik pasrah digelandang ke bui.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Peristiwa Stonewall secara radikal mengubah persepsi tentang kaum homoseksual di Amerika dan di seluruh dunia.
Peristiwa Stonewall secara radikal mengubah persepsi tentang kaum homoseksual di Amerika dan di seluruh dunia.
Sebagai wartawan dan anggota parlemen Belanda, dia mengutuk agresi militer Belanda dan menganggapnya sebagai aksi edan dan sia-sia.
Sebagai wartawan dan anggota parlemen Belanda, dia mengutuk agresi militer Belanda dan menganggapnya sebagai aksi edan dan sia-sia.
Nama resminya Academy Award of Merit. Kenapa lebih populer disebut Piala Oscar?
Nama resminya Academy Award of Merit. Kenapa lebih populer disebut Piala Oscar?
Perjalanan Hamka ke Mekkah diliputi gelak tawa. Itu disebabkan prilaku para staf KBRI di Karachi yang mengaku terkena maag hingga tak menjalankan ibadah puasa.
Perjalanan Hamka ke Mekkah diliputi gelak tawa. Itu disebabkan prilaku para staf KBRI di Karachi yang mengaku terkena maag hingga tak menjalankan ibadah puasa.
Bermula dari hasrat untuk mengeruk laba dari niaga lada di Sumatera, Amerika beranjak lebih jauh ke dominasi politik-dagang di mana-mana.
Bermula dari hasrat untuk mengeruk laba dari niaga lada di Sumatera, Amerika beranjak lebih jauh ke dominasi politik-dagang di mana-mana.
transparant.png
bottom of page