top of page

Melawan Sumber Bermasalah

John Roosa baru saja merilis bukunya. Masih tentang peristiwa 1965.

loading_historia_white.gif
transparant.png

John Roosa bersama mendiang Jusuf Isak, pendiri Penerbit Hasta Mitra dan mantan Sekjen Persatuan Wartawan Asia-Afrika yang jadi pesakitan rezim Orde Baru. (johnroosa-dpm.blogspot.com).

2 Apr 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 9 Sep

SEJARAH 1965 adalah sejarah yang masih bermasalah. Akibatnya kebanyakan orang hanya mengingat, bahkan hanya membesar-besarkan kematian para jenderal Angkatan Darat (AD) tanpa menghiraukan kematian atau penderitaan jutaan orang yang dikambinghitamkan tanpa pengadilan pasca-kematian para jenderal tersebut.


Mereka yang dikambinghitamkan dituduh bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI), padahal mereka bukan anggotanya dan tak paham apa itu marxisme. Mereka dituduh G30S/PKI walau bukan anggota PKI dan tidak pernah terlibat dalam kematian para jenderal tersebut. Sepanjang masa kekuasaan Orde Baru, narasi tentang PKI sebagai pelaku G30S dan anti-Tuhan terus didengungkan. Fakta banyak anggota PKI yang shalat ataupun ke gereja dikubur dalam-dalam.


Para pelaku penculikan yang kemudian berujung pada kematian para jenderal tersebut, mayoritas berasal dari Angkatan Darat. Perwira yang menjadi komandan G30S bahkan sama-sama pernah bertugas di Jawa Tengah seperti Letnan Jenderal Ahmad Yani dan ironisnya, di batalyon yang didirikan Yani yang menjadi korban gerakan tersebut. Narasi Orde Baru kerap menyebut para perwira yang menculik itu adalah bagian dari PKI yang disusupkan ke AD.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page