top of page

Membaurkan Cina-Jawa dalam Wacinwa

Tokoh-tokoh cerita rakyat Tiongkok dibuat wayang kulit dan dimainkan dengan pakem Jawa. Wacinwa, wayang kulit Cina-Jawa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Wayang Cina-Jawa (Wacinwa) koleksi Museum Sonobudoyo Yogyakarta. (cagarbudaya.kemdikbud.go.id).

25 Jan 2020
3 menit membaca

Pada 1920, Gan Thwan Sing, seorang seniman Tionghoa peranakan yang tinggal di Yogyakarta menghubungi Oey See Toan, seorang pedagang kaya, untuk membiayai proyek keseniannya. Oey See Toan yang tertarik dengan kesenian terutama pertunjukan tradisional bersedia menjadi sponsor. Proyek itu ialah pembuatan wayang kulit Cina-Jawa, atau merujuk pada Museum Sonobudoyo Yogyakarta, disingkat menjadi Wacinwa.


Beberapa penulis menyebut Wacinwa sebagai wayang thithi. Namun, sebutan wayang thithi yang berasal dari bunyi alat musik kepyak juga mengacu pada penyebutan wayang Potehi. Maka perlu kajian lebih lanjut terhadap istilah wayang thithi ini.


Wacinwa tentu berbeda dengan wayang Potehi yang dibawa dari Tiongkok. Wacinwa dibuat dengan memadukan kebudayaan Jawa dan Tiongkok. Lakonnya berasal dari cerita rakyat Tiongkok namun pertunjukannya memakai bentuk dan tata cara pagelaran wayang kulit Jawa.


Menurut Bambang Soelarto dan S. Ilmi Albiladiyah dalam Wayang Cina-Jawa di Yogyakarta, corak Wacinwa pada bagian wajah hingga tata busana mengikuti wujud tokoh-tokoh cerita rakyat Tiongkok. Namun, beberapa hiasan, posisi tubuh dan detail lainnya ada yang menyerupai wayang kulit Jawa.


Sementara itu, penyajian pertunjukan Wacinwa memakai cara wayang kulit Jawa. Pakemnya ditulis dengan bahasa dan aksara Jawa. Peralatan hingga dekorasinya sama dengan wayang kulit Jawa. Musik pengiringnya juga menggunakan gamelan slendro pelog beserta gendhing dan tembang-tembang Jawa.


Wacinwa juga menggunakan Gunungan, Rampogan, serta menyertakan dua abdi wanita dalam wayang kulit Jawa yakni Limbuk dan Cangik. Sedangkan unsur Tiongkok yang berbeda dengan wayang kulit Jawa adalah hewan mitologinya seperti Liong dan Kilin.


“Dengan demikian, wayang ciptaan Gan Thwan Sing dan petunjukannya merupakan suatu wujud pembauran kultural dalam bentuk seni pewayangan yang telah memperkaya warna dan corak seni pewayangan di Nusantara,” sebut Bambang dan Ilmi.


Awalnya Wacinwa tidak menggunakan adegan banyolan panakawan Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Namun, pada perkembangan selanjutnya, diciptakan tokoh-tokoh serupa panakawan dengan busana dan tata rambut Tiongkok klasik.


“Tokoh Semar sengaja tak diciptakan karena Gan Thwan Sing memahami tokoh tersebut merupakan lambang kemulian bagi masyarakat Jawa,” tulis Dwi Woro Retno Mastuti dalam tulisannya “Wayang Kulit Cina-Jawa Yogyakarta” yang termuat dalam Tionghoa dalam Keindonesiaan.


Keunikan lain dari Wacinwa ialah badan dan kepala wayang dibuat terpisah yang membuat setiap wayang dapat berubah nama jika kepala atau badannya diganti. “Koleksi wayang dengan kepala terpisah semacam ini hanya ada di Yogyakarta,” sebut Dwi.


Pada awal perkembangannya, Wacinwa hanya tersebar di kalangan terbatas masyarakat Tionghoa peranakan. Hal ini terutama disebabkan karena lakon yang ditampilkan berasal dari cerita rakyat Tiongkok kuno yang populer bagi mereka. Namun, tak membutuhkan waktu lama, Wacinwa mulai diterima berbagai kalangan.


“Para priayi dan penduduk kampung biasa, tak sedikit yang minta agar wayang Cina-Jawa itu dipergelarkan di depan rumah mereka. Baik untuk memeriahkan sesuatu pesta keluarga, maupun untuk kaulan. Bahkan pernah pula dipergelarkan untuk upacara ruwatan yang diselenggarakan oleh suatu keluarga Jawa,” terang Bambang dan Ilmi.


Masyarakat Jawa menjadi tertarik dengan Wacinwa karena perbedaan dalam variasi dan warnanya memikat perhatian. Selain itu, lakon-lakon dalam cerita rakyat Tiongkok memiliki tema-tema yang ternyata tak jauh beda dari lakon wayang kulit Jawa yang bersumber dari Mahabharata dan Ramayana.


Pada 1930-an, Wacinwa mulai menyebar ke luar Yogyakarta. Wates, Purworejo, Magelang, Klaten, hingga Surakarta menjadi medan pentas baru untuk Wacinwa. Sekitar sepuluh tahun kemudian, Wacinwa mulai dimainkan di daerah utara Jawa seperti Semarang dan Kudus.


Pada masa pendudukan Jepang, Wacinwa sempat dibuat menggunakan kertas karena Gan Thwan Sing tidak mampu membeli kulit. Pada dekade selanjutnya, Wacinwa mulai merambah ke daerah Jawa Timur. Namun, setelah sekitar 40 tahun mewarnai seni pertunjukan wayang di Jawa, tahun 1960 menjadi tahun terakhir keberadaan pentas panggung Wacinwa.


Bambang dan Ilmi menyebut pertunjukan Wacinwa terakhir berlangsung di pelataran Klenteng Gondomanan Yogyakarta pada 1960. Gan Thwan Sing, sang pencipta Wacinwa menjadi dalangnya. Pasca pertunjukan itu, Gan Thwan Sing sakit-sakitan hingga meninggal dunia pada 1966.


Tak ada lagi yang meneruskan pertunjukan Wacinwa setelah itu. Pasalnya, dalang-dalang asuhan Gan Thwan Sing telah meninggal dunia mendahului sang guru.


Tidak ada pula jejak Wacinwa selama masa kekuasaan Orde Baru. Terlebih, saat itu segala bentuk ekspresi kebudayaan yang berkaitan dengan Tiongkok tengah direpresi. Kemudian pasca reformasi, pintu bagi berbagai kebudayaan Tionghoa dibuka. Wacinwa dibuat replikanya oleh Museum Wayang DKI Jakarta (2007) dan oleh Rumah Topeng dan Wayang Setia Dharma di Ubud (2009).


Namun, Dwi menyebut, hingga kini belum ditemukan dokumentasi berupa foto maupun berita terkait pertunjukan Wacinwa di masa kejayaannya. Sementara berdasarkan penelusuran Dwi, wayang kulit Cina-Jawa buatan Gan Thwan Sing saat ini hanya ada dua set. Satu set berada di Museum Sonobudoyo Yogyakarta yang mengisahkan tentang Si Jin Kwi Ceng Tang (Si Jin Kwi berekspedisi ke timur).


Satu set lagi milik kolektor wayang dari Jerman, Walter Angst, yang berkisah tentang Si Jin Kwi See (Si Jin Kwi berekspedisi ke barat). Wayang kulit Cina-Jawa yang menjadi koleksi Museum Sonobudoyo berjumlah 278 namun tanpa keterangan nama tokoh. Sementara koleksi Walter Angst berjumlah 345 tokoh dan berbagai aksesoris lengkap dengan label nama-namanya.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Sebagaimana Premier League, Serie A, dan NBA, akhirnya F1 juga membatalkan ajang balapannya. Menghindari pengalaman enam dekade lampau.
Sebagaimana Premier League, Serie A, dan NBA, akhirnya F1 juga membatalkan ajang balapannya. Menghindari pengalaman enam dekade lampau.
Bukan hanya manusia yang perlu disayangi. Bumi juga perlu disayangi.
Bukan hanya manusia yang perlu disayangi. Bumi juga perlu disayangi.
Kecelakaan Ethiopian Airlines dan Lion Air bermuara pada keputusan di-grounded-nya Boeing 737 MAX 8. Bukan kali pertama.
Kecelakaan Ethiopian Airlines dan Lion Air bermuara pada keputusan di-grounded-nya Boeing 737 MAX 8. Bukan kali pertama.
Sempat ragu memimpin gerakan bawah tanah melawan Nazi-Jerman, perempuan Prancis ini berhasil melakukan hal besar yang ikut menentukan jalannya Perang Dunia.
Sempat ragu memimpin gerakan bawah tanah melawan Nazi-Jerman, perempuan Prancis ini berhasil melakukan hal besar yang ikut menentukan jalannya Perang Dunia.
Rombongan Presiden Soeharto disuntik vaksin dalam kunjungan kenegaraan ke Afrika karena ada penyakit yang belum ditemukan obatnya.
Rombongan Presiden Soeharto disuntik vaksin dalam kunjungan kenegaraan ke Afrika karena ada penyakit yang belum ditemukan obatnya.
Dua abad evolusi perekonomian Indonesia dikaji dengan data-data dan cara pandang baru.
Dua abad evolusi perekonomian Indonesia dikaji dengan data-data dan cara pandang baru.
transparant.png
bottom of page