- 6 Mei 2022
- 5 menit membaca
Diperbarui: 19 Mei
PERANG terus menyertai perjalanan sejarah Vietnam sejak kemerdekaannya pasca Perang Dunia II. Akibatnya, perkembangan sepakbolanya berbeda dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Padahal, menurut Cho Young-han, titik nol sepakbola di Vietnam tak berbeda jauh dari ketiga negara ASEAN di atas atau negeri-negeri Afrika dan Amerika Latin, sepakbola dibawa masuk masing-masing kolonisator mereka.
“Di Afrika sepakbola diperkenalkan para pedagang Eropa. Di Asia biasanya diperkenalkan lewat institusi militer, para misionaris, dan di sekolah-sekolah. Di India sepakbolanya dikenalkan dari para tentara dan misionaris. Di Vietnam oleh militer Prancis. Di Malaysia sepakbolanya dibawa Inggris bersamaan dengan olahraga Barat lainnya. Kolonialis Belanda mengenalkan sepakbola di Indonesia melalui kantor-kantor dagang, militer, dan pegawai sipil,” tulis Cho dalam Football in Asia: History, Culture and Business.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















