top of page

Mengapa Gaun Pengantin Berwarna Putih?

Ratu Victoria dianggap sebagai pelopor tren mengenakan gaun pengantin berwarna putih yang menjadi tradisi hingga kini.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan karya George Hayter menggambarkan prosesi pernikahan Ratu Victoria dengan Pangeran Albert dari Saxe-Coburg tahun 1840. (George Hayter Royal Collection/Wikimedia Commons).

12 Feb 2025
5 menit membaca

Diperbarui: 29 Des 2025

KONSEP pernikahan impian mengalami transformasi seiring perkembangan zaman. Pemilihan lokasi acara, dekorasi, desain gaun pengantin hingga aksesoris pelengkap terinspirasi dari tren yang tengah digandrungi masyarakat. Meski begitu ada satu hal yang tak lekang oleh waktu, yaitu gaun pengantin berwarna putih. Kebanyakan pengantin wanita masih melestarikan tradisi mengenakan gaun pengantin berwarna putih, baik untuk prosesi akad atau pemberkatan maupun untuk seluruh rangkaian pesta pernikahan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page