top of page

Menggali Isi Prasasti Airlangga di Museum India

Prasasti Pucangan menyimpan informasi penting mengenai riwayat hidup dan peperangan Raja Airlangga. Prasasti ini tersimpan di gudang Museum India.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Prasasti Pucangan tersimpan di Museum India di Kalkuta. (Dok. Arlo Griffiths, École française d’Extrême Orient).

29 Jun 2021
4 menit membaca

PESTA pernikahan Airlangga dan putri Dharmawangsa Tguh belum juga usai. Tiba-tiba huru-hara datang. Haji Wurawari menyeruduk membawa petaka di tengah kemeriahan pesta. Orang-orang berteriak. Keraton dibakar, runtuh habis tak bersisa.


Seluruh Jawa bagaikan tertimpa pralaya. Banyak pembesar yang tewas. Pertama-tama Sri Maharaja Dharmawangsa Tguh.


Ketika peristiwa itu terjadi Airlangga masih berumur 16 tahun. Dia lari ke hutan menyelamatkan diri dengan hanya ditemani oleh Narottama, pengikut setianya. Semenjak itu hari-harinya dihabiskan di hutan, berpakaian kulit kayu, makan apapun yang dimakan oleh para orang suci dan penghuni hutan. Teman bicaranya adalah para pertapa (rsi).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page