- 1 Jul 2021
- 3 menit membaca
Diperbarui: 30 Apr
JAWA seakan ditimpa pralaya, kehancuran dunia pada akhir zaman Kaliyuga. Istana Mataram Kuno di Jawa Timur terbakar tak bersisa. Serangan Haji Wurawari juga menewaskan Maharaja Dharmawangsa Tguh. Pemerintahannya berakhir pada 1016.
Menantu sekaligus keponakannya, Airlangga, melarikan diri ke hutan. Setelah hidup bersama para rsi selama beberapa tahun, dia kembali ke puing-puing kerajaan mertuanya dan dinobatkan pada 1019.
Ade Latifa Soetrisno dalam “Prasasti Baru Tahun 925 S/1030 M: Sebuah Kajian Ulang”, skripsi di jurusan arkeologi Universitas Indonesia tahun 1988, menyebutkan bahwa keadaan di Jawa ketika awal pemerintahan Airlangga masih sangat kacau. “Kerajaan Dharmawangsa telah terpecah menjadi sekian banyak kerajaan kecil yang menimbulkan kesukaran besar kepada Airlangga,” tulis Ade.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















