- 20 Feb 2025
- 6 menit membaca
Diperbarui: 17 Mei
DONAT, kudapan berbentuk lingkaran dengan lubang di tengah menjadi makanan ringan favorit banyak orang. Di waktu-waktu tertentu, donat menjadi makanan yang selalu ada atau pilihan utama dalam suatu acara. Sebut saja ketika seorang pegawai berhenti dari pekerjaannya, donat seringkali dibagikan kepada rekan-rekannya di hari terakhir ia bekerja. Tak jarang donat juga dipilih sebagai pengganti kue ulang tahun dalam sebuah pesta kejutan.
Bersama hot dog, pie apel, dan Buffalo Wings, donat disebut sebagai makanan khas Amerika Serikat. Meski begitu, donat muncul dari perpaduan berbagai budaya yang membentuk kultur Amerika. Donat yang dalam bahasa Inggris ditulis doughnuts atau donuts dipengaruhi oleh kudapan dari Eropa. Tak heran bila asal-usul donat dikaitkan dengan sejumlah negara di Benua Biru. Peneliti makanan, Heather Delancey Hunwick dalam Doughnut: A Global History menyebut ada klaim yang meyakini donat Amerika berasal dari Prancis.
“Klaim ini berkaitan dengan keberadaan calas, sebuah kudapan berbahan dasar beras dari New Orleans, dan kerabat dekatnya, beignet de riz dari Carolina Selatan, yang dikaitkan dengan imigran Huguenot. Di seluruh wilayah Selatan yang berbahasa Prancis, para chatelaines beralih ke resep dari buku-buku resep Prancis seperti Le Nouveau cuisinier royal et bourgeois karya François Massialot, yang salinannya ditemukan di inventaris rumah tangga Louisiana pada 1769,” tulis Hunwick.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















