top of page

Menggugat Peristiwa 27 Juli sebagai Pelanggaran HAM Berat

Peristiwa 27 Juli sebagai cermin perjuangan demokrasi turut menginspirasi para aktivis di Negeri Kanguru. Namun belum diakui sebagai pelanggaran HAM berat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Diskusi mengenang 28 tahun Kudatuli bertajuk “Kudatuli: Arus Bawah vs Hukum Alat Kekuasaan” (Tangkapan Layar Youtube PDI Perjuangan)

25 Jul 2024
6 menit membaca

Diperbarui: 27 Jul

MARWAH dan spirit “bapak bangsa” Ir. Sukarno yang dibangkitkan putrinya, Megawati Soekarnoputri, saat masuk ke Partai Demokrasi Indonesia (PDI) ternyata jadi ancaman buat rezim Orde Baru (Orba). Klimaks dinamika politiknya lantas terjadi pada Peristiwa 27 Juli 1996 alias Kudatuli untuk menyingkirkan Megawati dari partai berlambang banteng berperisai segilima itu.


“Megawati muncul di tengah situasi di mana desukarnoisasi berlangsung begitu kuat. Magnetnya Bung Karno yang menitis pada Ibu (Megawati) itu menarik banyak anak muda. Nah di situ mulai tuh. Terus alarmnya rezim nih alert, mulai bunyi. Awas nih ada apa?” ujar sejarawan Bonnie Triyana dalam diskusi mengenang 28 tahun Kudatuli bertajuk “Kudatuli: Arus Bawah vs Hukum Alat Kekuasaan” di DPP PDIP Jakarta, Sabtu (20/7/2024).


Rezim Orba, lanjut Bonnie, lantas bermanuver untuk mendongkel kepemimpinan Megawati usai terpilih sebagai ketua umum PDI di Kongres Luar Biasa (KLB) Surabaya, medio Desember 1993. Salah satunya dengan membekingi Kongres PDI di Medan pada 1996 yang mengangkat Suryadi kembali ke kursi ketum PDI.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page