- 24 Jul 2024
- 6 menit membaca
Diperbarui: 27 Jul
UNTUK pertamakalinya dalam 28 tahun, aktivis Wilson “Obrigados” kembali memijakkan kakinya di kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Masih lekat di ingatan Wilson betapa Peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996 (Kudatuli) jadi gerbang pembuka gebrakan Reformasi meski memakan banyak korban.
“Berdiri bulu roma saya, bergetar ketika masuk gedung untuk pertamakalinya lagi setelah 28 tahun karena saya seperti menyaksikan banyak korban dan kawan-kawan lain. Biasanya lewat di depan saja,” terang Wilson dalam diskusi peringatan 28 tahun Kudatuli, “Kudatuli: Perlawanan terhadap Rezim Otoriter”, di DPP PDIP, Sabtu (20/7/2024) pagi.
Wilson merupakan aktivis pergerakan dari Partai Rakyat Demokratik (PRD) sebelum Peristiwa Kudatuli. Bersama rekan-rekannya, Wilson sudah erat menjalin kerjasama dengan para aktivis PDI Pro-Megawati Soekarnoputri (PDI Pro-Meg). Salah satunya Herman Hendrawan yang dinyatakan hilang pada 12 Maret 1998 menjelang kejatuhan rezim Soeharto.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















