top of page

Misi Murba dalam PDI

Misi Murba dalam partai hasil fusi, Partai Demokrasi Indonesia (PDI), gagal karena wakilnya terlibat konflik internal.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pimpinan Partai Murba setelah bertemu Presiden Sukarno, 1966. Kiri-kanan: Wasid Suwarto, Prijono, Bambang Singgih, J.B. Andries, Anwar Bey, dan Maroeto Nitimihardjo. (Dok. Harry A. Poeze).

23 Des 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 21 Nov 2025

SEBAGAI respons atas gagasan Presiden Soeharto mengenai pengelompokan partai-partai politik yang mengarah pada penyederhanaan kepartaian, pada 9 Maret 1970 lima pemimpin partai politik yang tergabung dalam kelompok Demokrasi Pembangunan mengadakan pertemuan di Gedung MPRS Jalan Teuku Umar, Jakarta.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page