top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Murba Hidup Lalu Redup

Setelah setahun dibubarkan, Partai Murba direhabilitasi. Menghadapi penolakan dan konflik internal.

20 Des 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Delegasi Partai Murba bertemu Presiden Sukarno di Istana Bogor, 1966. (Repro Sukarni dalam Kenangan Teman-temannya).

  • 21 Des 2024
  • 7 menit membaca

Diperbarui: 21 Nov 2025

DI Istana Bogor, akhir Mei 1966, Presiden Sukarno menerima delegasi Partai Murba. Delegasi terdiri dari Wasid Suwarto, Maroeto Nitimihardjo, Bambang Singgih, Prijono, Anwar Bey, dan J.B. Andries. Dalam pertemuan kedua setelah pembubaran Partai Murba ini, Sukarno menyatakan akan mempertimbangkan rehabilitasi Partai Murba.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Catatan Snouck Hurgronje Tentang Kebiasaan Umat Islam di Hindia Belanda

Catatan Snouck Hurgronje Tentang Kebiasaan Umat Islam di Hindia Belanda

Snouck Hurgronje diangkat menjadi pejabat negara di Hindia Belanda. Dia mengamati dan memberikan catatan serta nasihat yang membantu pemerintah kolonial mengatur ketertiban dan keamanan di wilayah koloni.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Snouck Hurgronje di Jeddah dan Makkah

Snouck Hurgronje di Jeddah dan Makkah

Snouck Hurgronje pergi ke Jeddah dan Makkah untuk mengamati dan menggali informasi mengenai umat Islam dari Hindia Belanda.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page