top of page

Murba Hidup Lalu Redup

Setelah setahun dibubarkan, Partai Murba direhabilitasi. Menghadapi penolakan dan konflik internal.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Delegasi Partai Murba bertemu Presiden Sukarno di Istana Bogor, 1966. (Repro Sukarni dalam Kenangan Teman-temannya).

21 Des 2024
7 menit membaca

Diperbarui: 21 Nov 2025

DI Istana Bogor, akhir Mei 1966, Presiden Sukarno menerima delegasi Partai Murba. Delegasi terdiri dari Wasid Suwarto, Maroeto Nitimihardjo, Bambang Singgih, Prijono, Anwar Bey, dan J.B. Andries. Dalam pertemuan kedua setelah pembubaran Partai Murba ini, Sukarno menyatakan akan mempertimbangkan rehabilitasi Partai Murba.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page