top of page

Murba Bangkit Lagi Gagal Lagi

Partai Murba hidup lagi di era Reformasi. Gagal dalam pemilu kemudian menyebar ke berbagai partai.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kusrin (ketiga dari kiri), ketua umum Partai Murba Indonesia. (Dok. Harry A. Poeze).

24 Des 2024
5 menit membaca

Diperbarui: 28 Mei

PAGI, 28 Mei 1998, Forum Komunikasi Murba (FKM) menggelar konferensi pers di Gedung Joeang 45 Menteng 31 Jakarta Pusat. Nelly, istri Adam Malik, selaku penasihat FKM yang membuka pertemuan menyebutkan soal rencana menghidupkan kembali Partai Murba, yang kemudian menyebut dirinya Partai Musyawarah Rakyat Banyak.


Ketua Umum FKM Hadidjojo Nitimihardjo menambahkan, kongres akan diadakan untuk mengambil keputusan pendirian Partai Murba. Dia juga menyatakan kontak sudah dijalin dengan 24 daerah.


Empat hari kemudian, mantan anggota Dewan Partai memberikan pernyataan bahwa mereka menyetujui pembentukan kembali Partai Murba dan mengalihkan pengurus FKM menjadi Dewan Partai.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page