top of page

Nasib Mahasiswa Indonesia di Jepang Pasca Perang

Perjalanan pulang warga Indonesia yang tertahan di Jepang mendapat bantuan dari pihak Sekutu. Berbagai cara dilakukan oleh mereka untuk supaya cepat sampai tanah air.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mahasiswa di Jepang berfoto bersama Sukarno dan Mohammad Hatta. (persada.or.id).

23 Agu 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 19 Agu

PADA 19 Agustus 1945, kabar kemerdekaan Indonesia sampai juga di Jepang. Perasaan senang, sedih, bingung, bercampur di benak semua warga Indonesia di sana. Mereka cukup sulit merespon kabar tersebut. Salah-salah mereka akan mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari warga Jepang. Sebagian kecil orang memilih diam. Seolah tidak pernah mendengar kabar tersebut.


Kelompok itu umumnya hidup nyaman, dan telah membangun keluarga di Jepang. Seoarang alumni sekolah di Jepang, Sudibjo Tjokronolo, dimuat Suka Duka Pelajar Indonesia di Jepang, menyebut banyak mahasiswa yang terlanjur senang hidup di negeri para Samurai tersebut. Jepang yang berhasil memukul mundur Rusia dianggap sejajar dengan bangsa Eropa. Semangat nasionalisme mereka disebut menjadi contoh yang baik.


Sementara bagi kelompok lain, Jepang tidak bisa begitu saja menggantikan Indonesia. Mereka tetap berhasrat untuk kembali ke keluarga di tanah air. Kelompok ini bersedia memakai segala cara untuk pulang. Meski harus dengan cara tercepat nan berbahaya: meminta bantuan pihak Sekutu. Sejarawan Aiko Kurasawa mencatat keberadaan mereka lebih besar dibanding kelompok yang ingin menetap.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
bg-gray.jpg
Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto nyentrik dan eksentrik dalam penampilan, perkataan, dan keyakinan. Jenderal humoris dan dekat dengan anak buah. Penyayang anak-anak dan pelindung umat Buddha.
Sebelum dikenal sebagai dokter dan penerbang, Abdulrachman Saleh aktif di beberapa organisasi pemuda dan kelompok olahraga. Ia merupakan sosok pemimpin yang disegani. Dari sanalah julukan "Karbol" itu muncul.
Sebelum dikenal sebagai dokter dan penerbang, Abdulrachman Saleh aktif di beberapa organisasi pemuda dan kelompok olahraga. Ia merupakan sosok pemimpin yang disegani. Dari sanalah julukan "Karbol" itu muncul.
 Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Bantuan ekonomi seperti pemenuhan kebutuhan pokok, garam, gula, dan minyak menjadi salah satu perhatian dalam peringatan Hari Ibu.
Bantuan ekonomi seperti pemenuhan kebutuhan pokok, garam, gula, dan minyak menjadi salah satu perhatian dalam peringatan Hari Ibu.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Dulu pesepakbola yang berseragam celana kulot dianggap vulgar. Kini, perempuan dengan seragam berjilbab dianggap tak sesuai.
Dulu pesepakbola yang berseragam celana kulot dianggap vulgar. Kini, perempuan dengan seragam berjilbab dianggap tak sesuai.
transparant.png
bottom of page