top of page

Nasib Tragis Dokter Pembawa Metode Bedah

Berjasa mengenalkan pencangkokan kulit untuk mengatasi luka bakar parah, hidup dokter ini berakhir tragis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Rumah Sakit Militer Magelang. Sumber: Koleksi Tropenmuseum.

23 Mar 2019
2 menit membaca

Diperbarui: 4 Agu

SEORANG gadis Jawa berusia 15 tahun mengalami luka bakar serius di dada, perut, dan kaki bagian atas. Orangtuanya Iangsung melarikan ke Rumah Sakit Militer Magelang (kini Rumah Sakit Tentara dr. Sudjono). Tubuh gadis itu dipenuhi bekas luka, sebagian besar alat kelaminnya bahkan tertutup bekas luka yang timbul (parut hipertrofik). Kulit kakinya mengkerut dan kaku (kontraktur). Kondisi itu membuat si gadis kesulitan berjalan.


Gadis itu ditangani Norbert Grzywa, yang pada 1930-an bertugas sebagai ahli bedah dan ortopedi di Magelang. Grzywa menganjurkan operasi bedah plastik untuk menghilangkan bekas luka agar si gadis dapat berjalan lagi. Grzywa membuang semua area kulit yang mengkerut dan mengganggu gerak pasien lantas mencangkok kulit baru.


Metode bedah itu sudah digunakan sejak Perang Dunia I. Grzywa mendapat pengetahuan itu ketika bertugas di klinik Universitas Wina, Austria di mana Johannes (Jan) Fredericus Samuel Esser memperkenalkan prinsip dasar transplantasi kulit pada 1917. Keberhasilan Grzywa menjajal metode Esser kemudian dituliskannya dalam jurnal medis yang terbit pada 1934 sekaligus memperkenalkan salah satu metode bedah ke Hindia-Belanda.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page