top of page

Neraka Hitler di Stalingrad

Hitler tak belajar dari sejarah. Di Stalingrad, pasukannya mengulangi kekalahan Napoleon Bonaparte saat menginvasi Rusia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pasukan Jerman di Stalingrad. (Wikimedia Commons).

17 Mar 2010
3 menit membaca

Diperbarui: 10 Apr

SUATU tempat di barat Rusia, 129 tahun pasca-invasi Napoleon Bonaparte ke negeri itu. Suasana tak begitu berbeda dari hari-hari sebelumnya. Serdadu Tentara Merah di pos perbatasan tetap berjaga seperti biasa hingga sesuatu yang ganjil terjadi sekitar pukul 03.30 tanggal 22 Juni 1941.


“Beberapa saat sebelum subuh 22 Juni 1941, serdadu patroli dan pos jaga terluar front barat Uni Soviet mencatat ada sesuatu yang janggal terjadi di langit. Bintang-bintang aneh terlihat di kejauhan, melintasi wilayah-wilayah Polandia yang telah direbut Nazi, menerangi garis langit sebelah barat,” tulis Sergei Smirnov dalam Heroes of Brest Fortress.


Para serdadu jaga Rusia itu tak menyangka bahwa “bintang aneh” yang mereka lihat adalah cahaya dari pesawat-pesawat Jerman. Meski banyak mendapat penentangan, termasuk dari Jenderal Gerd von Rundstedt, Jerman melancarkan Operasi Barbarossa. “Dunia akan menahan nafas,” kata Hitler.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page