top of page

Sejarah Indonesia

Nusa Tionghoa Melintasi

Nusa Tionghoa Melintasi Masa

Sejarah Nusantara tak bisa dilepaskan dari sejarah Tionghoa.

Oleh :
5 Juni 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

...

MENGENAKAN congsan (baju kebesaran Tionghoa) warna merah menyala dengan motif kuning, Abdurrachman Wahid alias Gus Dur bak orang Tionghoa beneran. Peristiwa itu terjadi sembilan tahun silam di Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, kawasan pecinan Semarang. Saat itu, oleh komunitas Tionghoa Semarang, Gus Dur dinobarkan sebagai Bapak Tionghoa Indonesia.


Penganugerahan itu memang layak. Ketika menjabat presiden, Gus Dur mengambil langkah berani dengan menghapus larangan agama, budaya, dan adat-istiadat Tionghoa yang diterapkan di awal Orde Baru. Sejak itulah ke-bhinneka-tunggal-ika-an tak semata sebuah semboyan.


Selama ratusan tahun, gelombang kedatangan orang Tionghoa tak pernah surut. Mereka datang, menetap, dan berbaur dengan penduduk Nusantara. Namun, beragam kebijakan dari masa VOC hingga Orde Baru meminggirkan dan mendiskriminasikan mereka. Padahal, mereka sudah lama menyatu dan menjadi bagian dari negeri ini.*


Berikut ini laporan khusus sejarah Tionghoa di Nusantara:

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
Pesta Panen dengan Ulos Sadum dan Tumtuman

Pesta Panen dengan Ulos Sadum dan Tumtuman

Kedua jenis ulos ini biasa digunakan dalam pesta sukacita orang Batak. Sadum untuk perempuan dan Tumtuman bagi laki-laki.
Hind Rajab dan Keheningan yang Memekakkan Telinga

Hind Rajab dan Keheningan yang Memekakkan Telinga

Film “The Voice of Hind Rajab” jadi antidot amnesia kisah bocah Gaza yang dibantai Israel dengan 335 peluru. PBB menyertakan tragedinya sebagai bagian dari genosida.
S.K. Trimurti Murid Politik Bung Karno

S.K. Trimurti Murid Politik Bung Karno

Sebagai murid, S.K. Trimurti tak selalu sejalan dengan guru politiknya. Dia menentang Sukarno kawin lagi dan menolak tawaran menteri. Namun, Sukarno tetap memujinya dan memberinya penghargaan.
Orde Baru “Memfitnah” Orang Dayak

Orde Baru “Memfitnah” Orang Dayak

Dulu, orang Dayak dituduh pembakar hutan yang lebih berbahaya dari industri. Padahal, tidak banyak lahan hutan alam Kalimantan yang mereka gunduli.
Arsip Korupsi Sejak Zaman Kompeni

Arsip Korupsi Sejak Zaman Kompeni

Korupsi sejak masa VOC hingga kolonial Belanda terekam dalam arsip. Korupsi akan terus ada karena berkaitan dengan kekuasaan, kewenangan, dan keserakahan manusia.
bottom of page