top of page

Operasi Agen CIA Pertama di Indonesia

Amerika Serikat mendukung Belanda menjajah kembali Indonesia. Kebijakannya berubah setelah Peristiwa Madiun. Dikirimlah agen CIA pertama.

loading_historia_white.gif
transparant.png

George McT. Kahin bertemu Arturo Campbell, agen CIA pertama di Indonesia, ketika berada di Yogyakarta pada 1948. (Wikimedia Commons).

4 Feb 2021
4 menit membaca

GEORGE McT. Kahin berada di Yogyakarta ketika Belanda melancarkan agresi militer untuk menduduki kembali Indonesia. Dia sedang melakukan penelitian untuk disertasinya di Johns Hopkins University, Amerika Serikat. Kahin melihat lambang Amerika Serikat pada beberapa pesawat terbang, mobil lapis baja, dan truk-truk pasukan Belanda ketika menyerang Yogyakarta pada 19 Desember 1948.


“Seorang mayor Belanda ketika ditanya segera menjawab bahwa dia memakai seragam perang yang bertuliskan U.S. Marines karena merasa bangga pernah dilatih di kamp U.S. Marines di Quantico, Virginia,” kata Kahin dalam bukunya, Subversi Sebagai Politik Luar Negeri: Menyingkap Keterlibatan CIA di Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page