top of page

Petualangan George McTurnan Kahin di Yogyakarta (1)

Setelah ditangkap dan diterbangkan ke Jakarta, George McTurnan Kahin kembali ke Yogyakarta yang sudah dikuasai militer Belanda. Dia menjadi saksi betapa pemberitaan Belanda hanya propaganda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

George McTurnan Kahin muda. (Repro Southeast Asia: A Testament).

6 Jan 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 18 Feb

SAAT militer Belanda menginvasi Yogyakarta pada 19 Desember 1948, George McTurnan Kahin, jurnalis cum mahasiswa Amerika Serikat, melakukan protes keras kepada Kapten A.V. Vosveld dan Letnan J.A. Baker, dua perwira dari Tijger Brigade yang memimpin penawanan Haji Agus Salim dan beberapa tokoh republik di rumahnya.


Alih-alih ditanggapi, protes keras itu malah justru berujung kepada penangkapannya. Baker dan Vosveld menganggap orang Amerika itu terlalu banyak ikut campur urusan Belanda.


“Bakker menghardik lelaki muda itu untuk tutup mulut dan 'menjadi anak yang manis' saja,” ungkap penulis sejarah Lambert Giebels dalam Soekarno: Biografi 1901-1950.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page