- 6 Jan 2021
- 3 menit membaca
Diperbarui: 18 Feb
SAAT militer Belanda menginvasi Yogyakarta pada 19 Desember 1948, George McTurnan Kahin, jurnalis cum mahasiswa Amerika Serikat, melakukan protes keras kepada Kapten A.V. Vosveld dan Letnan J.A. Baker, dua perwira dari Tijger Brigade yang memimpin penawanan Haji Agus Salim dan beberapa tokoh republik di rumahnya.
Alih-alih ditanggapi, protes keras itu malah justru berujung kepada penangkapannya. Baker dan Vosveld menganggap orang Amerika itu terlalu banyak ikut campur urusan Belanda.
“Bakker menghardik lelaki muda itu untuk tutup mulut dan 'menjadi anak yang manis' saja,” ungkap penulis sejarah Lambert Giebels dalam Soekarno: Biografi 1901-1950.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












