Diperbarui: 9 Sep
PAJAK merupakan isu penting dan sensitif. Sejak dulu, setiap isu kenaikan pajak berembus, selalu ada pihak yang menentangnya. Bahkan, pertumpahan darah kerap terjadi di masa lalu akibat perlawanan terhadap kenaikan atau penerapan pajak oleh pemerintah.
Salah satu perlawanan terhadap pajak dilakukan oleh orang-orang etnis Wana. Suku Wana merupakan etnis yang menetap di sebuah distrik di Bungku Utara yang merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Bungku (kini termasuk Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah).
“Mereka adalah etnis terasing atau Komunitas Adat Terpencil (KAT). Wana dapat diartikan hulu, udik, atau hutan. Cara hidup mereka masih sangat sederhana dan sebagian ada yang masih hidup mengembara di hutan-hutan tetapi sebagian dari mereka sudah bergaul dengan masyarakat pantai dan sudah memeluk agama Kristen dan atau agama Islam,” catat Syakir Mahid dkk. dalam Sejarah Kerajaan Bungku.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















