- 29 Agu 2017
- 4 menit membaca
Diperbarui: 21 Apr
MARIE Madeleine Fourcade kaget tak percaya. Pada suatu hari di awal 1941, Jenderal Georges Loustaunau-Lacau memintanya memimpin kelompok perlawanan bawah tanah Prancis. Marie, sekretaris di perusahaan penerbitan yang dipimpin Lacau, ragu bisa menjalankan permintaan itu. “Saya hanya perempuan biasa,” kata Marie.
Navarre, nama samaran Lacau, tersenyum mendengar jawaban Marie. Dia mendapatkan seseorang yang tepat. “Tak ada prajurit Jerman yang akan mencurigai perempuan biasa,” kata Navarre.
Di masa pendudukan Jerman, Prancis tak punya cara lain untuk melakukan perlawanan selain gerakan bawah tanah. Pemerintahan pengasingan di London yang dipimpin Jenderal Charles de Gaulle tak bisa memberi bantuan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















