top of page

Pahitnya Hidup Cornelia

Janda kaya raya ini didekati banyak pria yang mencari istri. Pengacara yang menjadi suaminya ternyata memorot harta kekayaannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan keluarga Pieter Cnoll dan Cornelia van Nijenroode bersama dua anak dan dua budak karya Jacob Jansz. Coeman tahun 1665. (Rijksmuseum/Wikimedia Commons).

28 Mar 2023
5 menit membaca

Diperbarui: 2 hari yang lalu

CORNELIA tak menyangka, pernikahan keduanya dengan Johan Bitter berujung nestapa. Tak hanya kehilangan harta yang digelapkan suaminya, Cornelia juga jadi buah bibir kalangan elite Belanda. Kisruh rumah tangga Cornelia dengan Bitter menjadi skandal di Batavia pada paruh kedua abad ke-17.


Cornelia van Nijenroode, putri Cornelis van Nijenroode, kepala cabang VOC di Jepang, dengan wanita Jepang bernama Surishia, salah satu selirnya. Sejarawan Leonard Blussé dalam Persekutuan Aneh: Pemukim Cina, Wanita Peranakan, dan Belanda di Batavia VOC menulis, beberapa tahun setelah kematian ayahnya di pengujung Januari 1633, Cornelia dikirim ke Batavia.


Nicolaes Couckebacker van Delft, kepala perwakilan setempat, memberitahukan kepada gubernur jenderal bahwa pada 20 November 1637 Cornelia bersama saudara tirinya, Hester, telah berlayar ke Batavia dengan menumpang kapal pemburu Kompeni, Galjas.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page