top of page

Pahlawan Tanpa Senapan

Kisah seorang prajurit Amerika Serikat dalam Perang Pasifik yang jadi pahlawan justru karena tak angkat senjata.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Film Hacksaw Ridge. (IMDB).

3 Feb 2017
4 menit membaca

Diperbarui: 29 Des 2025

SEORANG pria terpental diterjang peluru. Tak lama kemudian bom meledak dan mengobarkan api. Korban-korban berjatuhan. Di bawah hujan peluru, empat pria berpakaian hijau sibuk mengangkat para korban. Adegan-adegan pertempuran, dari Perang Saudara hingga Perang Pasifik, menjadi pembuka film ini. Setelah itu kita dibawa ke masa lalu (flashback) dengan suasana alam di Pegunungan Blue Ridge, Virginia, Amerika Serikat, tahun 1929. Dua bocah Doss bersaudara, Desmond dan Harold, sering menghabiskan waktu bermain di sana. Namun sebagaimana umumnya anak-anak, keduanya juga kerap ribut dan berkelahi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page