- 8 Agu 2024
- 2 menit membaca
Diperbarui: 24 Jul
SEDARI dulu protes terhadap kenaikan pajak telah berlangsung di berbagai tempat di Nusantara. Salah satunya di daerah Pasir, Kalimantan Timur. Pada awal abad ke-20, pemerintah kolonial menaikkan pajak kepala bagi yang berumur di atas 20 tahun yang disebut belasting. Akibatnya, daerah pedalaman yang kini menjadi Kabupaten Paser itu bergolak. Salah seorang yang menolak adalah Demoeng, kepala di Pedalaman Pasir. Sikap Demoeng menghebohkan masyarakat setempat.
Sikap Demoeng, tulis koran De Locomotief, 7 Juli 1908, sampai menarik Pangeran Panji Nata Kesuma untuk ikut menenangkan masyarakat. Panji merupakan pangeran dari Kesultanan Pasir Darul Aman yang berpusat di Tanah Grogot. Ia adalah cucu Sultan Adam dan anak dari Aji Timur Balam gelar Sultan Abdurrahman.
Upaya Panji tetap tidak berhasil mengubah pendirian masyarakat. Demoeng dkk. tetap pada pendirian mereka menolak kebijakan pemerintah. Bahkan, pasukan bersenjata yang dikirim pemerintah mereka lawan. Demoeng dkk. lalu kabur setelah kalah melawan pasukan bersenjata.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















