top of page

Pangeran Panji Tolak Politik Uang

Dia tolak uang banyak untuk ganti penyerahan Kesultanan Pasir pada kolonialis Belanda. Dia pilih melawan dan dituduh penghasut.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kesultanan Pasir. (Tropenmuseum/Wikimedia Commons).

8 Agu 2024
2 menit membaca

Diperbarui: 24 Jul

SEDARI dulu protes terhadap kenaikan pajak telah berlangsung di berbagai tempat di Nusantara. Salah satunya di daerah Pasir, Kalimantan Timur. Pada awal abad ke-20, pemerintah kolonial menaikkan pajak kepala bagi yang berumur di atas 20 tahun yang disebut belasting. Akibatnya, daerah pedalaman yang kini menjadi Kabupaten Paser itu bergolak. Salah seorang yang menolak adalah Demoeng, kepala di Pedalaman Pasir. Sikap Demoeng menghebohkan masyarakat setempat.


Sikap Demoeng, tulis koran De Locomotief, 7 Juli 1908, sampai menarik Pangeran Panji Nata Kesuma untuk ikut menenangkan masyarakat. Panji merupakan pangeran dari Kesultanan Pasir Darul Aman yang berpusat di Tanah Grogot. Ia adalah cucu Sultan Adam dan anak dari Aji Timur Balam gelar Sultan Abdurrahman.


Upaya Panji tetap tidak berhasil mengubah pendirian masyarakat. Demoeng dkk. tetap pada pendirian mereka menolak kebijakan pemerintah. Bahkan, pasukan bersenjata yang dikirim pemerintah mereka lawan. Demoeng dkk. lalu kabur setelah kalah melawan pasukan bersenjata.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page