top of page

Hari-hari Pangeran Paribatra di Jawa

Dibuang dari negerinya, pangeran Thailand mengasingkan diri ke Jawa. Tetap menjadi orang yang dihormati dan dikenal.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 27 Mei 2024
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 29 Mei 2025

SEBUAH kudeta tak berdarah terjadi pada 24 Juni 1932 di Siam (kini, Thailand). Menteri Dalam Negeri Kerajaan Siam Pangeran Paribatra Sukhumbandhu (1881-1944) termasuk pejabat yang ditangkap dalam kudeta tersebut. Meski tak berdarah, kudeta itu berhasil mengakhiri absolutisme Dinasti Chakri yang berkuasa di Siam. Raja Siam Prajadhipok lalu menandatangani konstitusi baru. Setelah kudeta, raja dan keluarganya diperbolehkan tinggal ke istana.


Kudeta itu membuat hidup Pangeran Paribatra berubah. Bangsawan yang ketika kudeta terjadi sedang menjabat sebagai menteri dalam negeri –sebelumnya pernah menjadi kepala staf militer, panglima angkatan laut, menteri angkatan laut, menteri angkatan darat, menteri pertahanan– dan anggota Dewan Penasihat Raja ini harus terusir dari Kerajaan Siam.


“Pangeran Paribatra menjadi Menteri Dalam Negeri di bawah Rama VII, Raja Prajadhipok. Pangeran Paribatra adalah salah satu orang terkuat di kerajaan sebelum Revolusi Siam tahun 1932. Akibatnya, pengaruh Pangeran Paribatra dianggap sebagai ancaman potensial oleh Khana Ratsadon (Partai Rakyat) yang mengorganisir kudeta tahun 1932 yang mengakhiri monarki absolut di Siam,” tulis Charnvit Kastsiridalam Thailand: A Struggle for the Nation.


Mulanya, Pangeran Paribatra diperbolehkan pulang ke istananya. Namun, seperti diberitakan Bataviaasche Nieuwsblad tanggal 5 Juli 1932, Pangeran Paribatra dan keluarganya pada 4 Juli 1932 berencana meninggalkan Siam. Disebutkan bahwa mereka akan pergi ke Eropa. Namun pada tahun berikutnya, Paribatra malah berada di Jawa.


Pangeran Paribatra tinggal di Cipaganti, Bandung. Pangeran berusia lebih dari setengah abad itu hidup bersama anak-istri dan juga tanaman-tanamannya di Bandung. Konon, dia ahli soal tanaman.


Meski hidupnya seperti orang buangan yang dilarang pulang ke negerinya, di Jawa yang sejatinya tempat pembuangannya dia hidup di kalangan kelas atas. Tak ada larangan baginya untuk meninggalkan rumahnya di Cipaganti. Dia diperbolehkan bepergian di wilayah koloni kerajaan Belanda bernama Hindia Belanda ini. Dia terlihat seperti seorang pensiunan yang disegani di Jawa.


Pada Senin (29 Mei 1933) pagi, Pangeran Paribatra berada di Malang, Jawa Timur. De Indische Courant tanggal 30 Mei 1933 memberitakan bahwa selama di Malang, Paribatra tinggal di Hotel Istana. Dalam pelesirannya itu dia melihat candi-candi tinggalan Kerajaan Singosari yang cukup banyak di Malang. Paribatra sebenarnya juga tertarik untuk mengunjungi museum barang antik yang mengoleksi banyak benda peninggalan masa kejayaan seni Hindu-Jawa yang juga berada di Malang. Namun, terbatasnya waktu membuat niat sang pangeran tidak terwujud.


Selama di Malang, Paribatra sempat bertemu seorang warga Malang yang pernah ditemuinya di Bangkok. Dia adalah Dokter LS von Romer, yang dikenal pangeran dalam kongres kedokteran tahun 1922 di Bangkok.


Pangeran Paribatra pernah berkunjung ke Medan pula di masa pembuangannya. Bataviaasche Nieuwsblad tanggal 30 Januari 1934 menyebut Paribatra bersama beberapa orang terdekatnya pergi ke sana untuk bertemu dengan pasangan bangsawan Kerajaan Siam lain yang singgah di Medan dan hendak menuju Eropa. Summon nama orang yang dikunjunginya itu.


Seperti bangsawan Siam yang mewakili negerinya di negeri lain, Pangeran Paribatra juga berlaku demikian. Soerabaijasch Handelsblad edisi 26 Mei 1937 memberitakan rencana kunjungan Pangeran Paribatra bersama keempat putrinya ke Yogyakarta dan Surakarta. Pada 3 dan 4 Juni, rombongan keluarga bangsawan Siam itu akan mengunjungi Sultan Hamengkubuwono dan Paku Alam di Yogyakarta dan pada 5 dan 7 Juni akan berada di Solo menemui Susuhunan Pakubuwono dan Pangeran Mangkunegaran.


Ketika Pangeran Paribatra yang sudah tua tinggal di Jawa, negaranya berubah nama menjadi Thailand. Pada 1944, di masa pendudukan Jepang, Pangeran Paribatra meninggal dunia di Bandung. Koran De Nieuwsgier tanggal 27 September 1948 memberitakan bahwa Paribatra dimakamkan di permakaman umum kota Bandung.


Setelah Perang Dunia II selesai dan pendudukan Jepang berakhir di Indonesia, ada usulan pemulangan jenazah Pangeran Paribatra ke Negerinya. Koran Het Dagblad tanggal 29 September 1948 menyebut Pangeran Chumohot mewakili Kerajaan Thailand terkait pemakaman kembali mendiang Pangeran Paribatra itu. Tentara pendudukan Belanda mendukung kegiatan tersebut. Para pejabat sipil Belanda pun hadir di sana.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Pernah menjadi wartawan perang dan penerjemah dalam momen-momen penting sejarah dunia, Sosrokartono yang menguasai banyak bahasa menutup hidup dengan ilmu kebatinan.
bg-gray.jpg
Prasasti Tugu turut meriwayatkan Kali Bekasi dan Kali Cakung Lama. Satu dari tujuh prasasti penting warisan Tarumanagara.
bg-gray.jpg
This is a story of a watch repairman who contributed to Christianization in Surabaya, Indonesia. He wanted Javanese Christians to be like the Dutch.
bg-gray.jpg
Jambi termasuk daerah sulit direbut pasukan payung dan Gadjah Merah Belanda. Diprioritaskan untuk direbut karena menjadi penghasil minyak buat Indonesia.
Setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II, pasukan Soviet berusaha mencari jenazah Adolf Hitler. Penemuan jenazah mirip Hitler memicu spekulasi bahwa pemimpin Nazi itu memiliki doppelgänger atau sosok pengganti.
Setelah Jerman kalah dalam Perang Dunia II, pasukan Soviet berusaha mencari jenazah Adolf Hitler. Penemuan jenazah mirip Hitler memicu spekulasi bahwa pemimpin Nazi itu memiliki doppelgänger atau sosok pengganti.
Dituding membocorkan rahasia negara, Asa Bafagih menjadi wartawan pertama yang dilaporkan ke Kejaksaan Agung. Peristiwa Bafagih sekaligus yang pertama dalam sejarah pers Indonesia ketika hak ingkar wartawan berhasil dipertahankan.
Dituding membocorkan rahasia negara, Asa Bafagih menjadi wartawan pertama yang dilaporkan ke Kejaksaan Agung. Peristiwa Bafagih sekaligus yang pertama dalam sejarah pers Indonesia ketika hak ingkar wartawan berhasil dipertahankan.
Tradisi mudik Lebaran menjadi salah satu mobilitas penduduk terbesar yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan perkembangan transportasi serta infrastruktur. Grafik berikut memperlihatkan dinamika kenaikan dan penurunan jumlah pemudik di Indonesia.
Tradisi mudik Lebaran menjadi salah satu mobilitas penduduk terbesar yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan perkembangan transportasi serta infrastruktur. Grafik berikut memperlihatkan dinamika kenaikan dan penurunan jumlah pemudik di Indonesia.
Propaganda perang terus bergonta-ganti wahana seturut perkembangan teknologi. Bila Indonesia punya K’Tut Tantri, dulu Blok Poros juga punya propagandis perempuan lewat radio. Kini Iran pakai AI untuk “nge-troll” Amerika.
Propaganda perang terus bergonta-ganti wahana seturut perkembangan teknologi. Bila Indonesia punya K’Tut Tantri, dulu Blok Poros juga punya propagandis perempuan lewat radio. Kini Iran pakai AI untuk “nge-troll” Amerika.
Kerajaan ini tercatat sebagai kerajaan tertua di Jawa. Raja Purnawarman, sebagai raja yang paling terkenal pernah menghadiahkan 1000 ekor sapi.
Kerajaan ini tercatat sebagai kerajaan tertua di Jawa. Raja Purnawarman, sebagai raja yang paling terkenal pernah menghadiahkan 1000 ekor sapi.
Sukses menjadi penyanyi di Belanda, Sandra Reemer amat didukung ayahnya yang mantan serdadu KNIL di Bandung.
Sukses menjadi penyanyi di Belanda, Sandra Reemer amat didukung ayahnya yang mantan serdadu KNIL di Bandung.
transparant.png
bottom of page