top of page

Para Pejuang Bugis Makassar dalam Serangan Umum

Mereka datang dari Sulawesi Selatan dan banyak di antara mereka berada di Yogyakarta ketika revolusi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mayor Andi Mattalatta selaku komandan Batalyon Seberang bersama Tentara Pelajar Seberang bertamasya ke Kaliurang usai pengakuan kedaulatan, 1949. (Repro "Maulwi Saelan Penjaga Terakhir Soekarno")

17 Mar 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 5 Agu

SEBAGAI anak raja Barru di Kabupaten Barru dekat Parepare, Sulawesi Selatan, dia mendapat pendidikan yang baik di zaman Hindia Belanda. Dia belajar di MULO dan Mosvia Makassar.


Dari tempat pendidikan itu pula sejak muda dirinya dekat dengan pergerakan nasional. Dia kenal Paiso, tokoh pergerakan yang sampai dibuang ke Digul, dan mantunya yang bernama Manai Sophiaan. Sejak 1945 dia sudah mendukung kemerdekaan Indonesia. Hal itulah yang mendorong dirinya berangkat ke Jawa pada akhir 1945.


Di Jawa, dirinya bertemu Kahar Muzakkar, yang pernah belajar di sekolah Muhamadiyah di Solo, dan menjadi dekat. Mereka bersiap membangun Tentara Rakyat Indonesia (TRI) di Sulawesi, kendati sebelumnya sudah ada orang-orang Sulawesi di beberapa kelaskaran seperti Kesatuan Rakjat Indonesia Sulawesi (KRIS) yang lambangnya keris senjata khas bangsawan Bugis.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
transparant.png
bottom of page