top of page

Penelitian Dekolonisasi Belanda Membuka Perdebatan Baru

Tiga lembaga Belanda dibantu 17 akademisi Indonesia meluncurkan hasil penelitiannya dalam 14 buku. Mengungkap adanya kekerasan sistematis militer Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para tawanan republik yang diintimidasi dan menanti hukuman eksekusi. (NIMH/NIOD/Nationaal Archief).

18 Feb 2022
4 menit membaca

Diperbarui: 22 Jun

GELONTORAN dana 4,1 juta euro untuk penelitian periode dekolonisasi yang dikeluarkan pemerintah Belanda mulai tampak hasilnya. Riset bersama yang dilakoni KITLV (Koninklijk Instituut vor Taal, Land, en Volkenkunde), NIOD (Netherlands Instituut Oorlog Documentatie), dan NIMH (Netherlands Institute for Military History) sejak 2017 telah rampung disusun dengan tema “Kemerdekaan, Dekolonisasi, Kekerasan, dan Perang di Indonesia: 1945-1950”.


Penelitian itu bermula dari kesaksian seorang veteran Belanda, Joop Hueting, dalam sebuah wawancara pada 1969. Ia mengumbar kekerasan ekstrem rekan-rekannya terhadap kombatan republik maupun warga sipil di Indonesia. Pemerintah Belanda meresponsnya dengan menggelar riset arsip alakadar. Di tahun yang sama, riset itu menghasilkan laporan berjudul De Excessenota (terj. Catatan Ekses) dengan kesimpulan bahwa memang telah terjadi oorlogsmisdaden (kejahatan perang) tetapi secara umum militer Belanda sebagai sebuah institusi sudah bertindak sesuai aturan.


Laporan itu jelas diragukan banyak pihak selama bertahun-tahun. Puncaknya berupa terbitnya buku Remy Limpach, De Brandende Kampongs van Generaal Spoor (Kampung-Kampung yang Dibakar Jenderal Spoor). Buku hasil penelitian itu menyingkap bahwa kekerasan ekstrem berupa pembantaian massal di berbagai daerah di Indonesia adalah tindakan yang terstruktur.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Atlet Kanada Duncan McNaughton tak dijagokan dalam cabang olahraga atletik di Olimpiade Los Angeles 1932. Bertanding melawan teman baiknya, McNaughton justru berhasil meraih medali emas di nomor lompat tinggi.
Atlet Kanada Duncan McNaughton tak dijagokan dalam cabang olahraga atletik di Olimpiade Los Angeles 1932. Bertanding melawan teman baiknya, McNaughton justru berhasil meraih medali emas di nomor lompat tinggi.
Jatuh-bangun menghadapi masalah keluarga lewat pergulatan batin. Menyajikan romantisme keluarga. (Tulisan mengandung beberan cerita).
Jatuh-bangun menghadapi masalah keluarga lewat pergulatan batin. Menyajikan romantisme keluarga. (Tulisan mengandung beberan cerita).
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Dari seukuran lampu petromak, pemantik kini bisa digenggam dan mengisi kantong para perokok.
Dari seukuran lampu petromak, pemantik kini bisa digenggam dan mengisi kantong para perokok.
Selain mengibarkan bendera, kontingen Aljazair melarung mawar merah ke Sungai Seine yang jadi saksi Pembantaian Paris.
Selain mengibarkan bendera, kontingen Aljazair melarung mawar merah ke Sungai Seine yang jadi saksi Pembantaian Paris.
transparant.png
bottom of page