- Randy Wirayudha

- 19 Nov 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 5 Jan
SUATU hari pada November 1939 di Bashkiria, Uni Soviet, Agustín Gómez de Segura Pagóla masih sibuk mengikuti penataran di sekolah intelijen khusus. Ketika anak-anak pegungsi Basque lain yang ditampung di Eropa Barat sudah direpatriasi pasca-Perang Saudara Spanyol (1936-1939), Gómez jadi satu dari ribuan anak-anak eksil Basque yang tak bisa ikut dipulangkan karena kebijakan diktator Soviet Josef Stalin.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












