top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

FIFA Uncovered dan Tikus-Tikus Berdasi Pejabat Sepakbola

Dokumenter yang menyibak tabir kebobrokan petinggi FIFA sejak 1974. Sejumlah pengakuan menyuguhkan korupsi yang sistematis di rezim Sepp Blatter.

25 Nov 2022

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Presiden FIFA periode 1998-2015, Joseph 'Sepp' Blatter yang jadi sorotan utama dokumenter "FIFA Uncovered" (mlssoccer.com)

  • 25 Nov 2022
  • 8 menit membaca

Diperbarui: 7 Mar

SESOSOK pemuda yang mengenakan guthra (penutup kepala khas Arab) itu terdiam sejenak di sebuah ruangan indoor berlatar hijau gelap. Ia menyeka air matanya saat menyinggung kontroversi momen penentuan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 pada 12 tahun silam. Kebahagiaan Hassan al-Thawadi, sosok yang dimaksud, sekretaris jenderal (sekjen) Komite Penyelenggara Qatar 2022, itu tapi menghadirkan kegetiran tersendiri.


“Saat terpilih, kami merasa senang. Tapi di satu sisi hal itu menimbulkan depresi tersendiri. Banyak yang mengecam. Bahkan konteksnya hampir seperti rasisme,” kata Al-Thawadi.


Al-Thawadi hanya satu dari sekira 40 narasumber yang dihadirkan sutradara Daniel Gordon dalam film dokumenter bertajuk FIFA Uncovered. Sajian miniseri yang terbagi dalam empat episode ini menyingkap tabir skandal-skandal korupsi yang melibatkan para tikus berdasi di markas FIFA.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page