top of page

Perburuan Harimau Zaman Kolonial Belanda

Ketika harimau menjadi ancaman bagi penduduk, pemerintah kolonial memberikan hadiah bagi siapa saja yang bisa menangkap atau membunuh hewan buas itu. Memicu maraknya perburuan harimau.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Dua ekor harimau mati hasil perburuan diikat di mobil, Lampung tahun 1939. (geheugen.delpher.nl).

9 Sep 2023
4 menit membaca

Diperbarui: 6 Mar

ANCAMAN harimau di Batavia mendorong VOC mengadakan sayembara berhadiah bagi penduduk yang berhasil menangkap atau membunuh hewan buas tersebut. Pemberian hadiah ini telah dilakukan sejak tahun 1640-an. Pemberian hadiah kemudian diberlakukan di sejumlah daerah di Jawa dan Sumatra. Imbalan semakin besar bila proses menangkap hewan buas dramatis hingga mengancam nyawa.


Menurut sejarawan Peter Boomgaard dalam Frontiers of Fear: Tigers and People in the Malay World, 1600–1950, pada 1747 telah ditetapkan melalui publikasi resmi bahwa hadiah yang diberikan kepada mereka yang berhasil menangkap atau membunuh harimau –semua ukuran– dan badak sebesar 10 Ringgit.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page