- 15 Agu 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 6 Mar
PERBURUAN hewan buas seperti buaya, harimau, dan macan menjadi kegiatan yang digemari sejumlah orang di zaman kolonial Belanda. Pasalnya, mereka yang berhasil menangkap atau membunuh hewan-hewan buas tersebut dan membawanya ke hadapan pemerintah kolonial akan mendapatkan hadiah uang tunai dengan jumlah bervariasi.
Sejarawan Peter Boomgaard dalam Frontiers of Fear: Tigers and People in the Malay World, 1600–1950 menulis dari tahun 1817 hingga 1823, beberapa residen mengajukan permohonan kepada penguasa di wilayah koloni untuk diizinkan menawarkan hadiah kepada mereka yang berhasil menangkap maupun membunuh harimau hingga badak. Permintaan ini kemudian disetujui oleh gubernur jenderal. Orang nomor satu di wilayah koloni itu mengizinkan pemberian hadiah sebesar 22 gulden di Tegal, Surabaya, dan juga Priangan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












