top of page

Perlawanan Kerajaan Siau Terhadap Belanda

Menolak tunduk, rakyat Siau sekuat tenaga memukul kekuatan asing dari wilayahnya. Sempat menjadi satu-satunya wilayah merdeka di ujung Sulawesi Utara.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Potret masyarakat Siau, Talaud, Sulawesi Utara. (Wereldmuseum Amsterdam).

27 Jan 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 3 Mei

PADA pertengahan abad ke-16, rakyat Kerajaan Siau dilanda kegelisahan. Gejolak perang mulai terjadi di banyak tempat di wilayah Sulawesi Utara tersebut. Tidak lama setelah raja pertamanya, Raja Lokongbanua (1510-1549) berpulang, kedua pangeran di negeri itu, yakni Angkumang dan Posumah, saling mengklaim hak atas takhta mendiang sang ayah. Melalui peperangan, Posumah keluar sebagai pemenang. Ia memerintah pada 1549-1587.


Kerajaan Siau terletak di Sangir Talaud, Sulawesi Utara. Siau menjadi salah satu daerah paling utara di Nusantara, berbatasan langsung dengan Filipina. Tempat itu merupakan sengketa di antara pelaut Eropa pada abad ke-16.


Spanyol dan Portugis berencana menjadikan Siau gerbang masuk ke wilayah Nusantara dari masing-masing basis kekuasaan mereka di Asia, yakni Filipina dan Malaka. Sementara Belanda ingin Sulawesi Utara, khususnya Siau, melengkapi monopoli rempah mereka di wilayah Timur Nusantara.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Dari seukuran lampu petromak, pemantik kini bisa digenggam dan mengisi kantong para perokok.
Dari seukuran lampu petromak, pemantik kini bisa digenggam dan mengisi kantong para perokok.
Lika-liku kehidupan atlet anggar berdarah Yahudi di tengah politik rasialis Nazi. Diakui terbaik sepanjang masa namun mati muda.
Lika-liku kehidupan atlet anggar berdarah Yahudi di tengah politik rasialis Nazi. Diakui terbaik sepanjang masa namun mati muda.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Indonesia dibangun di atas reruntuhan kolonialisme. Orde Baru meluluhlantakannya.
Indonesia dibangun di atas reruntuhan kolonialisme. Orde Baru meluluhlantakannya.
transparant.png
bottom of page