Diperbarui: 10 Sep
DULU, raja Jawa Tengah selatan bisa memiliki empat istri resmi atau garwa padmi. Bukan hal aneh pula jika raja punya sejumlah istri tak resmi, yaitu selir atau garwa ampeyan. Di Surakarta, Pakubuwono IV memiliki 56 anak dari dua permaisuri. Ada lebih dari 25 garwa ampeyan. Di Yogyakarta, pada periode yang sama, Hamengkubuwono II punya setidaknya 80 anak dari tiga garwa padmi. Sementara dia juga punya 30 selir.
J.W. Winter, penerjemah resmi di Surakarta menceritakan bagaimana Sunan Pakubuwono V (1820-1823) biasanya tidur pada malam hari dengan para garwa padmi. Siang harinya, dia tidur dengan selir.
Rupanya tak semua selir raja ada pada tingkatan yang sama. Ada yang digolongkan sebagai selir utama. Mereka diambil dari anak-anak perempuan priayi utama atau pangeran dan bangsawan berdarah biru. Berbeda dengan abdi dalem priayi manggung atau prajurit éstri yang selalu menemani raja ketika keluar keraton, selir kelas utama tak boleh menginjakkan kaki keluar istana.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















