top of page

Perwamu dari Politik Hingga Sosial

Persatuan Wanita Murba bergiat di sektor pendidikan, sosial, dan ekonomi. Jejaknya masih tertinggal dalam bentuk rumah sakit.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Perwamu, 1950-an. Kuraesin Iwakusuma Sumantri (duduk, kiri), Moerbilanatirin Maroeto (duduk, kanan), Herawati Diah (berdiri kedua dari kiri), Ratjih Nataamidjaja (keempat dari kiri), Ny. Soekemi (kedua dari kanan), dan Ny. Ramadi (paling kanan). (Repro Ayahku Maroeto Nitimihardjo).

17 Des 2024
2 menit membaca

Diperbarui: 4 hari yang lalu

ISTRI-istri dari anggota terkemuka Murba tak mau tinggal diam. Pada 17 September 1950, mereka memprakarsai terbentuknya Persatuan Wanita Murba (Perwamu). Ny. Maroeto Nitimihardjo terpilih sebagai ketua. Selain mendukung kegiatan Partai Murba, Perwamu bergerak dalam kegiatan-kegiatan sosial.


Menurut sejarawan Harry A. Poeze, Perwamu tak punya kantor sendiri. Di kantor Partai Murba di Jalan Tanah Abang No. 85, ada dua kamar disediakan untuk Perwamu, dan di sanalah para pemimpin Perwamu bersidang setiap bulan.


Dalam The Women’s Movement in Postcolonial Indonesia, Elizabeth Martyn menyebut Perwamu bergiat dalam sektor pendidikan, sosial, dan ekonomi. Aktivitasnya termasuk indoktrinasi dan pendidikan politik tentang “masalah-masalah yang berhubungan dengan perjuangan rakyat” dan pendidikan umum untuk kaum perempuan. Untuk itu, mereka mendirikan sekolah dan taman bacaan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page