Diperbarui: 4 hari yang lalu
ISTRI-istri dari anggota terkemuka Murba tak mau tinggal diam. Pada 17 September 1950, mereka memprakarsai terbentuknya Persatuan Wanita Murba (Perwamu). Ny. Maroeto Nitimihardjo terpilih sebagai ketua. Selain mendukung kegiatan Partai Murba, Perwamu bergerak dalam kegiatan-kegiatan sosial.
Menurut sejarawan Harry A. Poeze, Perwamu tak punya kantor sendiri. Di kantor Partai Murba di Jalan Tanah Abang No. 85, ada dua kamar disediakan untuk Perwamu, dan di sanalah para pemimpin Perwamu bersidang setiap bulan.
Dalam The Women’s Movement in Postcolonial Indonesia, Elizabeth Martyn menyebut Perwamu bergiat dalam sektor pendidikan, sosial, dan ekonomi. Aktivitasnya termasuk indoktrinasi dan pendidikan politik tentang “masalah-masalah yang berhubungan dengan perjuangan rakyat” dan pendidikan umum untuk kaum perempuan. Untuk itu, mereka mendirikan sekolah dan taman bacaan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












