top of page

Pesan Terakhir Setiabudi untuk Sukarno

Menjalani hari-hari terakhirnya di Bandung, Danudirdja Setiabudi sempat diganggu gerombolan hingga meninggalkan pesan terakhir untuk Sukarno.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno bersama E.F.E. Douwes Dekker alias Danudirdja Setiabudi menerima kunjungan wakil buruh Belanda di Yogyakarta, 12 Mei 1947. (ANRI).

1 Sep 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

DI rumahnya yang sejuk di Jalan Lembang 410 Bandung, Ernest François Eugene Douwes Dekker alias Danudirdja Setiabudi dihampiri seorang pria yang asing baginya pada 31 Desember 1949. Pria “tamu” itu mengaku sebagai Soedradjat dan datang bersama beberapa orang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page