Diperbarui: 28 Sep
BONAR Pandjaitan tak ingin jadi tentara lagi. Setelah penurunan pangkat massal, pangkatnya turun dari letnan dua ke pembantu letnan. Bonar akhirnya bekerja di perusahaan minyak milik Amerika Serikat di Riau, Caltex. Kesejahteraan keluarganya tergolong baik di sana.
Namun ketenangan hidup di sana terusik pada paruh kedua 1950-an. Ketika perlawanan terhadap pemerintah pusat bergejolak dari Sumatra Barat dan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) berdiri, Riau termasuk daerah yang terjangkit PRRI. PRRI satu paket dengan Permesta di Sulawesi Utara. Banyak pasukan dari Jawa yang dikirim ke daerah-daerah itu.
Pekanbaru yang jadi pusat dari Riau pun dikirimi tentara oleh pemerintah pusat. Untuk merebut Pekanbaru, Pasukan Kangguru, yang berisikan pasukan dari Kompi A Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) dengan kemampuan terjun payung, dikerahkan. Dari Tanjungpinang, pasukan ini diterjunkan dan merebut lapangan udara Simpangtiga pada 12 Maret 1958 tanpa menemui kesulitan karena para pengikut PRRI memilih lari dan bersembunyi.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















