top of page

Pidato Sukarno Menuju Memori Dunia

Gagasan Sukarno dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-15 diajukan sebagai warisan ingatan dunia. Pidato yang inspiratif untuk perdamaian dunia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Sukarno saat menyampaikan pidato di muka Sidang Majelis Umum PBB ke-15, 30 September 1960.

25 Apr 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 20 Mei

SALAH satu momen bersejarah bagi Indonesia dalam kancah internasional terjadi pada 30 September 1960. Saat itu berlangsung Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-15. Presiden Sukarno menyampaikan pidato monumental berjudul “To Build The World Anew” (Membangun Dunia Kembali). Pidato itu disebut-sebut sebagai salah satu pidato terbaik yang pernah dikemukakan dalam forum tertinggi organisasi PBB dan layak diajukan menjadi warisan ingatan dunia (Memory of World).


“Pidato Bung Karno di PBB adalah akumulasi dari pemikiran dan gagasan sejak sebelum Indonesia merdeka,” kata sejarawan Asvi Warman Adam dalam diskusi terpumpun “Arsip Sukarno: To Build The World Anew sebagai Memory of The World (MoW)” yang diselenggarakan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), 23 April 2020.


Menurut Asvi, pidato Sukarno itu mempunyai keunggulan dibandingakan dengan pidato pemimpin dunia yang lain. Bukan hanya menggugat kolonialisme tapi Sukarno juga mengkritik PBB yang tidak mewakili secara global. Bung Karno mengangkat negara besar seperti Republik Rakyat Tiongkok yang belum tergabung sebagai anggota. Begitu pula konflik yang terjadi di Aljazair, Korea, dan Vietnam. Dia juga menyoal Irian Barat yang belum dikembalikan kolonialis Belanda.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
transparant.png
bottom of page