top of page

Polisi Menjaga Tambang

Perusahaan mempekerjakan polisi tambang untuk menjaga pertambangan. Mengawasi buruh tambang dengan ketat.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 3 Des 2022
  • 3 menit membaca

Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo, yang tengah menjalani persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Nofriansyah Hutabarat, mengungkapkan adanya aliran dana dari tambang batu bara ilegal di Kalimantan Timur kepada anggota polisi hingga perwira tinggi Bareskrim Polri.


Setoran itu berdasarkan pengakuan Ismail Bolong, mantan polisi yang menjalankan operasi tambang ilegal. Uang keamanan yang mencapai miliaran itu sebagai imbalan atas perlindungan kegiatan tambang ilegal. Sambo mengaku telah menyerahkan Laporan Hasil Penyelidikan (LHP) kepada pimpinan Polri. Kabareskrim Polri Komjen Pol. Agus Andrianto membantah tuduhan Sambo itu.


Keterlibatan polisi dalam pertambangan telah terjadi sejak zaman Belanda. Polisi tambang ini masuk dalam kategori polisi teknis yang mempunyai kekuasaan penuh di wilayah perusahaan yang tidak dicampuri polisi umum.



M. Oudang dalam Perkembangan Kepolisian di Indonesia menyebut polisi teknis mempunyai tugas khusus dan hak kekuasaannya hanya terbatas pada hal-hal yang dipercayakan kepadanya dengan peraturan-peraturan khusus, misalnya polisi kehutanan, polisi tambang, polisi pasar, polisi pengawas jalan, dan polisi bangunan.


Polisi tambang bertugas menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan pertambangan. Terutama mengawasi dan menangani masalah para buruh tambang.


Sejarawan Erwiza Erman dalam Sawahlunto: Dulu, Kini, dan Esok mencatat, perusahaan tambang dengan mudah mengatasi masalah para buruh, misalnya perkelahian antara sesama buruh dan buruh yang melarikan diri.


“Dengan menurunkan 5 sampai 10 orang polisi tambang, maka persoalan ini sudah dapat diatasi,” tulis Erwiza.


Tambang batu bara di Sawahlunto, Sumatra Barat, tahun 1895. (Tropenmuseum).
Tambang batu bara di Sawahlunto, Sumatra Barat, tahun 1895. (Tropenmuseum).

Pihak perusahaan tambang biasanya akan menghukum buruh yang membuat keributan atau melarikan diri dengan hukuman cambuk sebanyak 27 kali. Buruh yang melarikan diri umumnya adalah buruh paksa.


Erwiza menjelaskan, buruh paksa diambil dari buruh paksa yang membuat jalan kereta api antara Sawahlunto dengan Padang. Kehidupan buruh paksa lebih menderita dibandingkan buruh kontrak. Mereka mendapat tekanan danperlakuan yang buruk dari perusahaan tambang. Mereka tidak menerima upah sesuai dengankerjanya. Perlakuan tidak manusiawi membuat mereka berusaha melarikan diri atau terlibat dalam pemberontakan. Misalnya, mereka ikut dalam pemberontakan PKI di Silungkang tahun 1927.


“Buruh paksa dalam bekerja tidak leluasa karena kakinya dirantai dan diawasi ketat oleh polisi tambang,” tulis Erwiza.



Perusahaan tambang menganggap polisi tambang sudah cukup dalam menjaga ketertiban di pertambangan. Namun, pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan peraturan untuk memperketat pengawasan dengan melengkapi polisi tambang dengan polisi bersenjata. Peraturan ini berdasarkan Koeli Ordonnantie, peraturan kerja yang dikeluarkan pemerintah kolonial pada 1880.


Menurut Erwiza Erman dalam bukunya yang lain, Kesenjangan Buruh Majikan, pemerintah kolonial mulai campur tangan untuk kelancaran pertambangan, dalam hal ini tambang timah di Belitung, setelah mendapatkan keuntungan besar dari tambang timah.


Bila pada konsesi pertama (1852–1892), pemerintah mendapat 3% dari hasil penjualan kotor timah, maka sejak perpanjangan konsesi pertama pada 1892, keuntungan pemerintah berlipat ganda menjadi 67,5% dari keuntungan bersih timah yang sudah terjual.



Pemerintah ingin menyeragamkan Koeli Ordonnantie, yang semula untuk perkebunan di Sumatra Timur, diberlakukan juga untuk pertambangan di Belitung. Namun, perusahaan menolaknya dengan alasan tambang timah Belitung memiliki organisasi kerja tambang sendiri yang tidak sesuai dengan peraturan kerja pemerintah.


Peraturan pemerintah yang ditolak perusahaan tambang di antaranya penempatan polisi bersenjata. Pihak pemerintah beralasan polisi bersenjata dibutuhkan karena para pendatang gelap seperti penjudi dan lintah darat sering kali menimbulkan kerusuhan di Belitung.


Wewenang polisi bersenjata itu oleh perusahaan tetap diperbolehkan hanya di lingkungan luar tambang,” tulis Erwiza. Sementara di dalam tambang, wewenang menjaga keamanan tetap di tangan polisi tambang yang berada di bawah kepala dan sekretaris tambang.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
transparant.png
bottom of page