top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Pulangnya Arca Ganesha dari Lereng Semeru

Perjalanan panjang arca yang berasal dari kawasan keramat di lereng Semeru dan diangkut ke Belanda 181 tahun lampau.

25 Sep 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Sketsa arca Ganesha dari Lereng Mahameru karya Adrianus Johannes Bik. (Nationaal Museum van Wereldculturen).

Diperbarui: 5 hari yang lalu

SATU dari 288 benda bersejarah yang direpatriasi dari Belanda tahun ini berupa sebuah arca Ganesha. Berbeda dari arca-arca sebelumnya yang dipulangkan pada agenda repatriasi 2023 dan 2024, arca Ganesha ini bukan berasal dari Candi Singhasari, melainkan dari sebuah mandala di lereng Gunung Semeru.


Pada repatriasi 2023, empat di antara 472 objek cagar budaya Nusantara yang pulang ke tanah air dari Belanda berupa arca Ganesha, Mahakala, Durga, dan Nandiswara. Keempatnya merupakan arca yang diboyong dari Candi Singhasari oleh pejabat kolonial Nicolaus Engelhard pada 1803. Dua arca lainnya, yakni Nandi dan Bhairawa, ada di antara 288 benda bersejarah yang direpatriasi tahun ini. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page