top of page

Cerita Dua Arca Ganesha di Pameran Repatriasi

Dua Arca Ganesha dengan asal-usul yang berbeda tapi sama-sama dirampas dan diangkut dua pejabat kolonial Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Arca Ganesha dengan posisi duduk yang berasal dari Candi Singhasari. (Randy Wirayudha/Historia.ID).

7 Des 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 3 Jan

SEBONGKAH batu yang terpahat begitu halus itu menampakkan sesosok Ganesha yang sedang duduk di atas setumpukan tengkorak. Tangan kanan belakangnya menggenggam parasu (kapak), tangan kiri belakang memegang aksamala (tasbih), dan kedua tangan depannya masing-masing memegang modaka (cawan), serta belalainya sedang menghisap modaka di tangan kiri depannya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page