- 7 Des 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 21 Jul
SOSOK perempuan anggun yang diabadikan dalam arca setinggi 126 cm itu duduk bersila dengan sikap dharmachakra-mudra (sikap tangan perlambang pemutaran roda dharma). Arca indah yang berasal dari era Singhasari di abad ke-13 itu teridentifikasi sebagai arca Prajnaparamita meski masyarakat luas lebih mengenalnya sebagai patung Ken Dedes.
“Gambarnya juga banyak ditemukan dalam prangko, patung-patung replika di museum-museum daerah, serta reproduksi monumennya di sebuah taman di Malang. Meski bernama Prajnaparamita, seorang dewi (agama) Buddha yang melambangkan kebijsaksanaan, ia lebih dikenali masyarakat sebagai Ken Dedes, ratu pertama dari dinasti Singhasari dan nenek moyang para penguasa Singhasari dan Majapahit dua abad berikutnya,” tulis peneliti KITLV (Institut Kerajaan Belanda bidang Studi Asia Tenggara dan Karibia) Natasha Reichle dalam Violence and Serenity: Late Buddhist Sculpture from Indonesia.
Meski begitu, Reichle mendapati beberapa teori dan simpulan bukti tentang arca itu. Arca Prajnaparamita sejatinya bukanlah sosok Ken Dedes yang diabadikan dalam bentuk arca.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















