top of page

Cerita di Balik Repatriasi Arca Brahma

Arca paling penting dari Kompleks Candi Singhasari. Sempat disembunyikan penduduk setempat tapi akhirnya diangkut juga ke Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Arca Brahma dari Candi Singhasari masuk dalam daftar repatriasi 2024. (wereldmuseum.nl).

26 Sep 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 17 Jan

ARCA-ARCA asal abad ke-14 yang hilang dari Kompleks Candi Singhasari berangsur-angsur mulai kembali. Terakhir, arca Brahma jadi bagian dari 288 benda bersejarah yang dipulangkan dari Belanda dalam agenda repatriasi tahun ini.


Sebelumnya, ada arca Prajnaparamita yang sudah kembali ke tanah air pada 1970-an. Prajnaparamita ditemukan Asisten Residen Malang D. Monnereau pada 1818 dan diboyong ke Belanda pada 1819. Ada pula arca Durga, Mahakala, Ganesha, Nandiswara, Nandi, dan Bhairawa yang ditemukan pejabat kolonial Nicolaus Engelhard pada 1803, sebelum akhirnya diangkut ke Belanda kurun 1827-1828. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page