top of page

“Makanan” Kemanusiaan untuk Berlin

Berlin pasca Perang Dunia II jadi ajang rebutan kepentingan. Uni Soviet memblokade wilayah timur, Sekutu berusaha menembusnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi.

14 Agu 2010
4 menit membaca

Diperbarui: 11 Des 2025

GAIL S. Halvorsen menerima surat dari seorang gadis kecil berusia tujuh tahun. Namanya Mercedes Simon dan dia punya masalah.


“Kami tinggal dekat bandara Tempelhof dan ayam-ayam kami berpikir pesawat-pesawat Anda adalah elang pemangsa ayam dan mereka jadi ketakutan ketika Anda terbang di atas kami. Mereka berlari ke tempat perlindungan dan beberapa di antaranya rontok bulunya sehingga tak bisa lagi bertelur,” demikian isi surat Simon yang dikutip dalam memoar Gail S. Halvorsen, The Berlin Candy Bomber.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page