top of page

Rachwono Mendukung RI

Dia bukan musuh Rama. Dia taruna akademi militer yang jadi komandan peleton perjuangan di Sukabumi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Monumen Kadet Suropati atau Tugu Melati, Malang, penanda kota untuk mengenang para siswa di Sekolah Kadet Malang semasa Perang Kemerdekaan. (Nugroho Imam/Shutterstock).

21 Jul 2023
4 menit membaca

Diperbarui: 4 Apr

WAKTU ada pelatihan perwira di Sekolah Kadet Malang (SKM), pemuda bernama Rachwono bergabung ke dalamnya. Sebagaimana muda-mudi di berbagai daerah, pemuda asal Solo itu ingin ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan negerinya dengan apa yang dimiliki.


“Di Kota Malang, semakin banyak saja bermunculan kelompok-kelompok pemuda pejuang. Para pemuda Indonesia sedang dilanda euforia kemerdekaan. Barisan pemuda rakyat terbentuk di mana-mana. Asalkan ada satu tokoh pemuda yang menggerakkannya, akan terbentuk kelompok perjuangan,” tulis Haril M. Andersen dalam Sang Elang: Serangkai Kisah Perjuangan H. AS. Hanandjoeddin di Kancah Revolusi Kemerdekaan RI.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page