top of page

Raja-raja Jawa dalam Lintasan Masa

Catatan sejarah Jawa cukup sesak dengan para raja beserta pencapaiannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Candi Prambanan yang merupakan warisan Raja Rakai Pikatan di masa Kerajaan Medang/Mataram Kuno (kemendikbud.go.id)

27 Agu 2024
6 menit membaca

Diperbarui: 26 Jun

BELUM lama ini, ketua umum partai besar yang baru terpilih secara aklamasi sekaligus seorang menteri menyinggung perihal “raja Jawa”. Katanya, bisa celaka kalau main-main dengan raja Jawa. 


Tentu saja publik bertanya-tanya. Tak terkecuali Megawati Sukarnoputri, ketua umum PDIP. Sayangnya, publik justru diminta menafsirkan sendiri-sendiri oleh seorang staf yang mewakili rezim. 


“Jawa” yang dimaksudkannya kemungkinan besar mengacu pada etnis, yakni orang-orang-orang yang mendiami Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Sebab, masyarakat di Jawa bagian barat beretnis Sunda.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page