top of page

Ramadan Para Tahanan

Ramadan dalam keseharian tahanan politik. Mematahkan stigma tapol ateis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tapol di kamp Plantungan mengadakan pengajian. (Repro Gerwani: Kisah Tepol Wanita di Kamp Plantungan).

3 Jun 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 11 Jul

SAMBIL duduk di teras sel tempat tahanannya dan menghirup udara segar, Mia Bustam bergantian memandangi langit malam dan menyaksikan rekan-rekan sesama penghuni kamp shalat tarawih di kamar F1. Selama Ramadan, pintu sel dibuka untuk lalu-lalang tapol perempuan yang ingin shalat tawarih. Para penghuni yang tidak tarawih menunggu di luar, termasuk Mia yang memutuskan masuk Katolik setelah jadi tahanan politik (tapol).


“Pada bulan-bulan lain kami tidak pernah melihat bulan atau bintang-bintang karena langit tidak tampak, terhalang oleh atap emper. Selama bulan puasa kami nikmati benar pemandangan indah itu,” kata Mia dalam memoarnya Dari Kamp ke Kamp.


Sepulang tarawih, kawan-kawan Mia membawa pulang jaburan, snack yang dibagikan selepas tarawih untuk dinikmati sambil menyimak pengajian. Jaburan itu lantas dibagi rata dengan para penghuni kamp lain, biasanya setup jambu biji. Menu ini terbilang mendingan, pasalnya makanan di dalam kamp amat buruk. Kol dan ikan asin busuk atau grontol (jagung rebus dengan parutan kelapa) yang jagungnya amat keras (jenis metro) menjadi menu rutin mereka.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page