top of page

Hari Raya Qurban di Kamp Plantungan

Meski hidup sebagai tapol dan penuh keterbatasan, mereka tetap bisa merayakan Idul Adha.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 11 Agu 2019
  • 3 menit membaca

DI Kamp Plantungan, para tahanan politik (tapol) bangun lebih dini. Hari itu merupakan hari raya Idul Adha ketiga sejak mereka menghuni kamp. Berbeda dari dua hari raya sebelumnya di mana para tapol sholat ied hanya dengan sesama tapol dan diimami rohaniawan Islam (rohis), Idul Adha kali ini mereka diizinkan sholat ied berbaur dengan masyarakat Desa Sangubanyu yang terletak di atas kamp.


Setelah selesai mempersiapkan diri, satu per satu tapol bergegas menuju lapangan berumput sekitar pohon raksasa yang konon telah ditanam ketika Ratu Yuliana lahir pada 1909. Di sanalah sholat ied biasa dihelat.


Selesai salat, mereka saling bersalaman kemudian siap-siap menyelenggarakan qurban.  Penyembelihan dilakukan dekat dapur, belakang kamar Blok C. Orang-orang berkerumun, berusaha membantu dan menyaksikan pesta daging setahun sekali itu.


Hewan qurban berasal dari empat orang rohis yang masing-masing memberi seekor kambing. Para tapol juga ikut memberi dua-tiga ekor hewan meski berada di tengah penderitaan dan keterbatasan. Kambing atau domba qurban itu berasal dari Unit Produksi Peternakan (UPP) kamp.


UPP punya setidaknya 50 ekor kambing atau domba. Hewan ternak lain yang dikembangbiakkan antara lain 200 ekor ayam petelur dan 100 bebek. Letak kandang-kandang ternak itu tak jauh dari dapur. Beberapa tapol ditempatkan pada unit ini dengan tugas membersihkan kandang, memberi makan, dan memandikan ternak.  


Menurut Amurwani Dwi Lestariningsih dalam Gerwani Kisah Tapol Wanita di Kamp Plantungan, UPP dibentuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para tapol. Telur-telur ayam biasanya dijual, uangnya digunakan untuk membeli keperluan seperti sabun. Sementara, telur bebek lebih sering digunakan untuk menambah lauk-pauk di kamp. Ayam petelur dan bebek tua kadang disembelih untuk menambah variasi lauk. Pada hari besar seperti Idul Adha, kambing hasil ternak itu disembelih.


Mia Bustam, istri pelukis Sudjojono, memilih menyingkir dari kamarnya di Blok C ke aula pada saat qurban dilaksanakan. “Tak tega aku mendengar suara penyembelihan itu,” kata Mia dalam memoarnya Dari Kamp ke Kamp. Ia bahkan tak mengambil porsi daging kambingnya dan memberikannya kepada siapapun yang mau.


Berbeda dari Mia yang menyingkir, Mbah Kung (kakek) tanpa rasa takut ikut menjadi jagal bersama para petugas kamp. Mbah Kung sebenarnya tapol perempuan bernama Sumarni, namun karena penampilannya yang wagu, ia sering disangka lelaki. Dadanya rata, bibirnya biru akibat sering merokok, dan suaranya parau rendah seperti lelaki. Orang-orang di kamp memanggilnya Mbah Kung.


Jauh sebelum masuk kamp, Mbah Kung menikah dengan orang muslim. Ia sendiri orang Kristen. Pernikahan mereka tidak direstui orang tua si lelaki yang muslim fanatik. Sakit hati dengan penolakan itu, Marni muda tak mau lagi berurusan dengan keluarga dan mantan suaminya. Ia memotong rambutnya jadi cepak lalu ikut pasukan gerilya.


Perawakannya yang wagu itu membuat Marni dengan mudah mengaku sebagai lelaki. Ketika ketahuan, Marni tetap diterima oleh pasukan. Saat perjuangan itulah Marni berkawan dengan Prayogo yang kemudian jadi komandan Kamp Plantungan. Lantaran teman seperjuangan dan tak punya rasa takut, Marni tak segan pada Prayogo bahkan berbicara dengan bahasa Jawa ngoko.


Rasa tak gentar itu pula yang Marni tunjukkan kala menyembelih hewan kurban. Ia melakukannya dengan cekatan, mulai dari menyembelih, menguliti, hingga memotong-motong daging. Hewan qurban yang sudah dipotong-potong itu kemudian dibagikan kepada warga desa sekitar kamp. Sementara, jatah daging para penghuni biasanya dimasak bersama-sama untuk lauk hari itu, menjadi gulai atau rendang.


Suatu kali, Idul Adha di kamp hampir bersamaan dengan Natal, hanya selisih dua hari. Salah seorang rohis, Machally, lalu menginisiasi agar dekorasi Natal juga diisi dengan ornamen Idul Adha. Maka, Mia pun membuat gambar Nabi Ibrahim naik bukit bersama putranya Ismail yang rela dikorbankan demi perintah Tuhan. Ketika hiasan itu dipajang, salah seorang tapol Protestan bertanya pada Mia.


“Bu Mia, bukankah yang dikorbankan itu Ishak?”


“Halah, biarlah tiap agama menganut kepercayaannya sendiri-sendiri,” kata Mia.


Machally pun senang melihatnya. Terlebih hiasan itu ditaruh pada panel di atas panggung sehingga terlihat sentral. Pada perayaan itu, baik tapol Kristen maupun Muslim bersuka-cita bersama.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
bg-gray.jpg
Pernah berguru ke Rahmah El Yunusiyah dan H.R. Rasuna Said, Shamsiah Fakeh getol memperjuangkan kemerdekaan negeri dan kaumnya. Kini, buku memoar aktivis Malaysia berdarah Minang itu dilarang pemerintah Malaysia.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Pablo Escobar mengisi kebun binatangnya dengan kuda nil. Setelah kematiannya, kuda nil itu berkembang biak tak terkendali hingga menimbulkan masalah.
Pablo Escobar mengisi kebun binatangnya dengan kuda nil. Setelah kematiannya, kuda nil itu berkembang biak tak terkendali hingga menimbulkan masalah.
transparant.png
bottom of page