DI Kamp Plantungan, para tahanan politik (tapol) bangun lebih dini. Hari itu merupakan hari raya Idul Adha ketiga sejak mereka menghuni kamp. Berbeda dari dua hari raya sebelumnya di mana para tapol sholat ied hanya dengan sesama tapol dan diimami rohaniawan Islam (rohis), Idul Adha kali ini mereka diizinkan sholat ied berbaur dengan masyarakat Desa Sangubanyu yang terletak di atas kamp.
Setelah selesai mempersiapkan diri, satu per satu tapol bergegas menuju lapangan berumput sekitar pohon raksasa yang konon telah ditanam ketika Ratu Yuliana lahir pada 1909. Di sanalah sholat ied biasa dihelat.
Selesai salat, mereka saling bersalaman kemudian siap-siap menyelenggarakan qurban. Penyembelihan dilakukan dekat dapur, belakang kamar Blok C. Orang-orang berkerumun, berusaha membantu dan menyaksikan pesta daging setahun sekali itu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















